EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak volatil pada pembukaan perdagangan Jumat (29/5/2026), bertepatan dengan hari efektif rebalancing MSCI Mei 2026.

Mengacu data RTI Business pukul 09.10 WIB, IHSG sempat dibuka melemah ke level 6.112,77 atau turun 0,28% dari penutupan sebelumnya. Indeks bahkan menyentuh level terendah 6.111,971 di awal sesi.

Tekanan jual pagi ini sejalan dengan penyesuaian portofolio fund manager pasif menjelang rebalancing MSCI yang efektif per penutupan bursa hari ini. Sebanyak 18 saham Indonesia dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard dan Small Cap per 1 Juni 2026, berdasarkan pengumuman 12 Mei 2026.

Namun koreksi tidak berlangsung lama. IHSG langsung berbalik arah dan rebound ke zona hijau. Pada pukul 09.10 WIB, IHSG tercatat di 6.155,610, menguat 25,420 poin atau 0,41% dibanding penutupan kemarin.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.168,216 di awal perdagangan. Turnover tercatat Rp3,978 triliun dengan volume 6,755 miliar saham. Sebanyak 247 saham menguat, 276 saham melemah, dan 205 saham stagnan. Market cap mencapai Rp10.760,959 triliun.

Penguatan ini mengindikasikan tekanan jual akibat MSCI mulai mereda. Sesuai prediksi Co Founder PasarDana, Dr Hans Kwee, sebagian besar fund manager telah melakukan penyesuaian portofolio sebelum tanggal efektif sehingga tidak terjadi kepanikan berarti di pasar.

Hans menegaskan penghapusan saham dari MSCI lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan cerminan penurunan fundamental emiten.

“Pasca rebalancing MSCI ini bisa jadi bottom dari penurunan IHSG dan berpeluang kembali bangkit mengikuti fundamental perusahaan di masa depan,” ujarnya.

Dari sisi teknikal, MNCS Sekuritas dalam Daily Scope Wave 29 Mei 2026 menyebut IHSG pada Selasa (26/5/2026) terkoreksi 1,23% ke 6.130 dan diperkirakan masih di wave dari wave A dari wave (2) label hitam. Area koreksi berikutnya berpotensi menguji 5.899 sekaligus area support-nya. Support: 5.996, 5.899. Resistance: 6.318, 6.459.[v]

Perubahan konstituen MSCI Mei 2026 efektif per penutupan bursa 29 Mei 2026 dan berlaku mulai 1 Juni 2026. (*)