EmitenNews.com—Walau IHSG belum mampu ditutup di atas angka psikologis 7000, namun pelemahan kemarin masih termasuk within Support 6970-6930. Konsolidasi yang cukup mengganggu trend naik jangka pendek IHSG ini membuat kita harus memperhatikan kekuatan naik IHSG step by step.
Menurut LIza C. Suryanata Head Of Research NH Korindo Sekuritas, Selasa (11/10/2022), indikator RSI menunggu momentum buying mulai picking up, by that time semoga IHSG pun akan berhasil melalui Resistance terdekat : MA10 / 7050, sebelum mencoba bertengger Kembali di kedua MA yang lain, yaitu MA20 & MA50 di atas 7135-7140.
“Sementara itu, pantau juga dengan ketat area Support 6950-6930, seandainya market jadi makin tidak kondusif maka kita harus mulai lebih banyak kurangi posisi,” kata Liza.
Sentimen yang perlu diperhatikan adalah tekanan jual masih terus melanda Wall Street sehingga selama 4 hari perdagangan DJIA turun tajam sekitar -1114 poin/-3.72% seiring turunnya The Philadelphia SE Semiconductor Index sebesar 3.5% setelah pemerintahan Biden mempublikasikan sejumlah aturan yang mengontrol ekspor, termasuk aturan untuk cut China off dari beberapa pembuatan chip semikonduktor across the globe terkait peralatan buatan USA . Aksi menunggu investor AS atas data GDP kuartal 3 serta data inflasi AS minggu ini berpotensi menjadi sentimen negatif bagi perdagangan di pasar saham Indonesia hari ini.
Masih lesunya harga komoditi dunia di tengah kembali menguatnya USD Index ke level 113.082 (membuat peluang Rupiah diperkirakan akan kembali tersungkur menuju level 15,350-an) berpotensi menjadi tambahan sentimen negatif bagi tekanan jual atas IHSG Selasa ini.
ESSA Advise Speculative Buy. Entry Level: 955-925. Average Up >970. Target: 1000-1015 / 1050 / 1090-1100 / 1160-1180. Stoploss: 915 (BUYBACK : 870).
TBIG Advise Speculative Buy. Entry Level: 2700-2650. Average Up >2730. Target: 2800 / 2900. Stoploss: 2640.
PGAS Advise Buy.Entry Level: 1825-1790. Average Up >1835. Target: 1900-1910 /1975-2000. Stoploss: 1775 / 1740.
CPIN Advise Buy . Entry Level: 5425-5325.Average UP>5500-5600. Target: 5725-5750 / 5900-6000. Stoploss: 5200.
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker