IHSG Rontok ke Level 8.235, Sektor Transportasi Tenggelam Paling Dalam
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta (Emitennews/Aji).
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan dan ditutup anjlok 86,96 poin atau 1,04% ke level 8.235,26 pada akhir perdagangan Kamis (26/2/2026). Sepanjang sesi, indeks bergerak volatil di kisaran 8.139–8.358, dengan tekanan jual mendominasi pasar.
Pelemahan IHSG dipicu koreksi seluruh indeks sektoral yang kompak bergerak di zona merah. Penurunan terdalam dicatat sektor transportasi yang merosot 4,54%, disusul barang konsumen siklikal turun 2,59% dan infrastruktur melemah 2,41%.
Aktivitas perdagangan terpantau tetap ramai. Total volume transaksi mencapai 56,52 miliar saham dengan nilai Rp28,14 triliun dan frekuensi 3,14 juta kali. Namun, tekanan jual terlihat jelas dengan 568 saham melemah, hanya 146 saham menguat, dan 105 saham stagnan.
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham masih mencatat kenaikan harga, antara lain PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) naik Rp1.825 ke Rp10.975, PT FKS Food Sejahtera Tbk (FISH) menguat Rp400 ke Rp2.000, serta PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik Rp320 ke Rp3.200 per saham.
Sebaliknya, tekanan jual berat menimpa sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) ambles Rp4.100 ke Rp27.900, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) turun Rp1.475 ke Rp8.475, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) melemah Rp1.100 ke Rp30.400 per saham.
Dari sisi aktivitas, saham yang paling aktif diperdagangkan antara lain PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan frekuensi 209.706 kali dan nilai transaksi Rp1,6 triliun, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp1,6 triliun, serta PT KaQi International Indonesia Tbk (KAQI) senilai Rp276 miliar.
Related News
Komitmen K3, Sepanjang 2025 SIG Zero Fatality
IHSG Sesi I (26/2) Drop 0,81 Persen ke 8.255, Seluruh Sektor Merah!
Produk UMKM Ramaikan Etalase Kuliner KA Jarak Jauh
Buntut Pembekuan Wanteg Sekuritas, Dewan Komisaris Beberkan Alasan!
Program Gentengisasi Perlu Diikuti Penerapan Standarisasi
2025 Subsektor Mamin Sumbang 41,26 Persen Ke Industri Pengolahan





