IHSG Sesi I Drop ke 8.209, Pasar Dibayangi Teguran S&P soal Fiskal RI
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan sesi pertama akhir pekan ini. Hingga sesi I, Jumat (27/2/2026), IHSG terkoreksi 25,93 poin atau 0,31 persen ke level 8.209,32.
Data perdagangan menunjukkan total volume transaksi mencapai 26,48 miliar saham dengan nilai Rp11,26 triliun. Sebanyak 420 saham terkoreksi, 239 saham menguat, dan 156 saham bertengger stagnan.
Secara sektoral, 7 dari 11 indeks sektoral berakhir di zona merah. Pelemahan terdalam dipimpin IDX Transportation (IDXTRANS) yang turun 1,53 persen, diikuti IDX Finance (IDXFINANCE) melemah 0,79 persen, dan IDX Infrastructure (IDXINFRA) turun 0,64 persen.
Sementara itu, sektor yang menguat dipimpin IDX Industry (IDXINDUSTRY) naik 3,34 persen, disusul IDX Basic (IDXBASIC) naik 0,68 persen dan IDX Cyclical (IDXCYCLICAL) menguat 0,67 persen.
Dari jajaran saham unggulan, tekanan datang dari saham bluechip yakni, bank-bank besar yang menjadi pemberat utama indeks. Saham BBCA melemah 1,4 persen, BBRI turun 1,3 persen, dan BBNI terkoreksi 0,9 persen.
Sedangkan saham pemberat tambahan selain bank besar antara lain UNTR turun 4,60 persen ke Rp29.000, ASII melemah 1,85 persen ke Rp6.600, dan DSSA turun 1,77 persen ke Rp81.525.
Di sisi lain, indeks mover pada sesi I di antaranya IMPC yang melesat 8,41 persen ke 2.190, AMMN naik 3,08 persen ke Rp7.525, serta PANI menguat 1,05 persen ke Rp9.600.
Sentimen eksternal juga membayangi pasar. Melansir Bloomberg, Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings menyoroti meningkatnya tekanan fiskal Indonesia, khususnya beban pembayaran bunga utang yang berpotensi melampaui ambang batas 15 persen dari pendapatan pemerintah.
Meski peringkat kredit Indonesia masih di level BBB dengan outlook belum berubah, pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek fiskal ke depan.
Pergerakan bursa Asia pun cenderung bervariasi, dengan sebagian indeks seperti Mumbai dan Shanghai terkoreksi, menambah tekanan pada pasar domestik di sesi pertama hari ini.
Related News
TEI Oktober 2026 Targetkan Transaksi Hingga USD17,5 Miliar
Pertamina Beri Diskon Pembelian Pertamax Green 95 Sampai Maret
Setop Pemborosan Anggaran, Pemerintah Tertibkan Belanja TIK
Kembali Koreksi, IHSG Menuju Level 8.150
IHSG Tertekan, Serok Saham BBRI, BKSL, ENRG, dan MDKA
IHSG Rontok ke Level 8.235, Sektor Transportasi Tenggelam Paling Dalam





