EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup menguat. Itu ditopang lonjakan saham semikonduktor menyusul antusiasme investor terhadap rencana IPO Antropic. Koreksi harga minyak mentah juga ikut menjadi tambahan sentimen positif pasar. Medio 2026, Anthropic mengemas pendapatan USD16,29 miliar, naik 1,304 persen dari periode sama tahun lalu USD1,16 miliar.

Kode saham akan digunakan Anthropic di Nasdaq ANT. Beberapa saham semikonduktor membukukan kenaikan cukup signifikan, dan menopang indeks antara lain Nvidia 2,39 persen, Micron Technology 2,98 persen, Advanced Micro Devices 2,80 persen, dan Broadcom 2,33 persen. Harga minyak mentah jenis WTI turun 1,7 persen menjadi USD101,57 per barel, dan Brent susut 0,8 persen menjadi USD115,81 per barel.

Penguatan indeks bursa Wall Street, dan harga beberapa komoditas mineral logam diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Sementara itu, pergerkan aksi jual investor asing dalam jumlah besar, dan depresi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.300-5.225, dan resistance 5.445-5.520. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham BNI (BBNI), Adaro Andalan (AADI), Sawit Sumbermas (SSMS), SIG (SMGR), Jasa Marga (JSMR), dan Unilever (UNVR). (*)