IHSG Terkoreksi, Angkut Saham SSMS, AADI, dan SMGR
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup menguat. Itu ditopang lonjakan saham semikonduktor menyusul antusiasme investor terhadap rencana IPO Antropic. Koreksi harga minyak mentah juga ikut menjadi tambahan sentimen positif pasar. Medio 2026, Anthropic mengemas pendapatan USD16,29 miliar, naik 1,304 persen dari periode sama tahun lalu USD1,16 miliar.
Kode saham akan digunakan Anthropic di Nasdaq ANT. Beberapa saham semikonduktor membukukan kenaikan cukup signifikan, dan menopang indeks antara lain Nvidia 2,39 persen, Micron Technology 2,98 persen, Advanced Micro Devices 2,80 persen, dan Broadcom 2,33 persen. Harga minyak mentah jenis WTI turun 1,7 persen menjadi USD101,57 per barel, dan Brent susut 0,8 persen menjadi USD115,81 per barel.
Penguatan indeks bursa Wall Street, dan harga beberapa komoditas mineral logam diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Sementara itu, pergerkan aksi jual investor asing dalam jumlah besar, dan depresi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.300-5.225, dan resistance 5.445-5.520. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham BNI (BBNI), Adaro Andalan (AADI), Sawit Sumbermas (SSMS), SIG (SMGR), Jasa Marga (JSMR), dan Unilever (UNVR). (*)
Related News
BEI Rombak Penghuni Indeks LQ45, IDX30, IDX80, dan Depak Saham HSC
Sempat Dibuka Tertekan, IHSG Berbalik Naik ke Atas Level 5.400
Rupiah Tertekan, BI Bisa Ambil Tindakan ini
Proyeksi IHSG Selasa (27/10), Balik Menguat?
Bangun Storage, Impor Minyak RI Tak Lagi Singgah di Negara Lain
IHSG Rontok ke Bawah Level 5.400, TMPO Top Gainer, VKTR Turun Terdalam





