EmitenNews.com - Perdagangan pasar saham Indonesia akan berupaya mempertahankan pola uptrend jangka panjang, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin mampu berbalik menguat dan berakhir di zona hijau. Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, mengatakan sejauh ini pola pergerakan IHSG masih berada dalam tren kenaikan jangka panjang, meski sebelumnya mengalami koreksi akibat aliran modal keluar dan sentimen negatif regional. "Momentum koreksi wajar dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian, mengingat secara jangka panjang laju IHSG masih berada dalam pola uptrend," kata William, di Jakarta, Kamis (15/8). Lebih jauh, William menyebutkan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.231, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.372. Dengan demikian, kata dia, adanya potensi kenaikan lanjutan pada pergerakan IHSG hari ini bisa direspons pelaku pasar dengan mengakumulasi sembilan saham berikut:
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
- PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)
- PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (Romys
Related News
Harta Karun SSIA di Subang Smartpolitan
SSIA Balik Arah, Penyelamat Margin Bukan Segmen Jasa Konstruksi
Bongkar Mitos Saham Murah! Kenapa PBV Rendah Bisa Jadi Jebakan?
Tekanan Margin, Menakar Arah Baru CEKA Usai Ditinggal Erry Tjuatja
Cuci Gudang Lanjut Terus, Laba UNVR Meroket Meski Kas Boncos
Jangan Asal Serok! Cara Bedain Laba Bersih Beneran di Laporan Keuangan





