Ikuti Wall Street, IHSG Kembali Tertekan
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup melemah. Itu dipicu beberapa emiten berkapitalisasi besar mengalami tekanan setelah melaporkan kinerja keuangan kuartal III 2026. Raksasa teknologi Alphabet melemah signifikan 12,64 persen usai melaporkan pendapatan, dan laba bersih per saham disesuaikan kuartal ketiga tahun ini lebih rendah dari ekspektasi.
Perseroan juga mencatatkan aliran kas negatif USD9,07 miliar. Alphabet mempertahankan proyeksi belanja modal di kisaran USD195-205 miliar. Sementara itu, emiten berkapitalisasi besar lainnya yaitu Caterpillar membukukan pelemahan 9,25 persen meski melaporkan pendapatan, dan laba bersih kuartal III 2026 lebih baik dari ekspektasi, dengan mencatat penjualan segmen konstruksi bisnis di bawah perkiraan.
Koreksi indeks bursa Wall Street, harga mayoritas komoditas, dan kembali adanya aksi jual investor asing diprediksi menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi melanjutkan pelemehan dengan kisaran support 4.910-4.720, dan resistance 5.285-5.475.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Cimory (CMRY), Wismilak Makmur (WIIM), Sawit Sumbermas (SSMS), AKR Corporindo (AKRA), Unilever Indonesia (UNVR), dan Kalbe Farma (KLBF). (*)
Related News
Saham Bebas Suspensi Ini Susuri Zona Merah, Melemah 5,22 Persen
IHSG Dibuka Melemah 0,68 Persen ke 5.063, Mayoritas Sektor Merah!
Jelang Akhir Pekan, IHSG Masih Uji Level 5.000
Harga Avtur Melambung Intai Kinerja Sektor Penerbangan
Selewengkan Beras SPHP, Mentan Copot 8 Pejabat Pangan
Medio 2026, COIN Berbalik Rugi 259,85 Persen





