Indeks Potensial Menguat, Cek Katalis dan Rekomendasi Sahamnya
EmitenNews.com—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu kembali ke level psikologis 7.000. Sepanjang pekan Indeks lebih banyak mendekam di zona merah. Efeknya, indeks periode 4-8 Juli 2022, hanya bertengger di kisaran 6.740,219.
Itu setelah Indeks mengalami koreksi 0,80 persen dari pekan sebelumnya di kisaran 6.794,328. Kondisi serupa juga dialami kapitalisasi pasar bursa. Sepanjang pekan kapitalisasi pasar merosot 0,41 persen menjadi Rp8.850,228 triliun dari penutupan minggu sebelumnya sejumlah Rp8.886,503 triliun.
Setelah IHSG mengalami fluktuasi bak roller coaster sejak awal pekan hingga kemarin. CEO Yugen Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan laju IHSG masih akan berada di range support 6664 atau lebih rendah dari sebelumnya dan resistancenya di level 6888.
Mengawali pekan ketiga pada pertengahan tahun 2022, IHSG masih menunjukkan daya tarik bagi investor untuk berinvestasi ke dalam pasar modal Indonesia, tercermin dari data capital inflow tercatat secara ytd, kondisi terjaganya perekonomian tercermin dalam rilis data perekonomian juga menjadi salah satu faktor yg dapat mendongkrak pergerakan IHSG dalam beberapa waktu mendatang.
"Peluang tekanan masih dapat terus dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka panjang, hari ini IHSG berpotensi menguat," imbuh William.
Saham pilihan di tengah kondisi saat ini adalah Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Bank BCA (BBCA), Unilever (UNVR), HM Sampoerna (HMSP), Alam Sutera Realty (ASRI), Astra International (ASII), Pakuwon Jati (PWON), Bank Ina Perdana (BINA) dan Indofood CBP (ICBP).
Related News
Sukuk Wakalah CNAF Kembali Meluncur, Imbal Hasil hingga 5,45 Persen
IHSG Tancap Gas ke 8.290, Sektor Energi dan Konsumer Pimpin Reli
Hashim Semprot OJK-BEI, Presiden Marah Soal Rasio Saham Kelewat Ngawur
IHSG Tembus 8.262 di Sesi I (11/2), Saham Konglo Naik Panggung!
Pemanfatan Hidrogen Masih Didominasi Untuk Bahan Baku Pupuk
Menperin Sudah Copot Jabatan Tersangka Penyimpangan Ekspor CPO





