EmitenNews.com—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan kemarin Rabu (13/7) anjlok 1,15% atau 77,30 poin ke level 6.640,99.
Turunnya IHSG didorong melemahnya 10 indeks sektoral yakni sektor teknologi anjlok hingga 1,77%. Sektor barang konsumsi nonprimer turun 1,31%. Sektor energi turun 1,05%. Sektor transportasi dan logistik turun 1%.
Pola pergerakan IHSG saat ini masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar ditengah capital inflow yang masih bertahan, laporan kinerja emiten serta stabilnya perekonomian masih menjadi penopang pergerakan IHSG hingga kini.
"Sedangkan salah satu faktor sentimen luar masih berasal dari harga komoditas yang sudah mulai rentan terhadap tekanan. Hari ini IHSG berpotensi tertekan," imbuh William Surya Wijaya CEO Yugen Sekuritas.
Laju IHSG masih akan berada di range support 6598 atau lebih rendah dari sebelumnya dan resistancenya di level 6721.
Saham pilihan saat ini adalah Bank BCA (BBCA), Telkom (TLKM), HM Sampoerna (HMSP), Summarecon Agung (SMRA), Wika Beton (WTON), Pakuwon Jati (PWON), Alam Sutera Realty (ASRI), Unilever (UNVR) dan XL Axiata (EXCL).
Related News
IHSG Menguat ke 6.093, Lima Saham Ini Catat Transaksi Tertinggi
Kembali Memantul, IHSG Sesi Siang Mendarat di 6.052 Naik 0,35%
Dua Dekade IRN, Dorong Inovasi Pangan Lokal
Smelter NPI Overload, Legislator Dukung Moratorium Nikel
IHSG Jumat Pagi (9/10) Rebound Tipis Usai Kemarin Anjlok 1,88%
Trump Tahan Serangan, IHSG Tetap Tertekan





