Indosterling (TECH) Minta Restu Right Issue 502,5 Juta Saham
Potret pencatatan perdana saham (IPO) emiten PT Indosterling Technomedia Tbk. (TECH)
EmitenNews.com - PT Indosterling Technomedia Tbk. (TECH) berancang-ancang menyiapkan aksi korporasi terbaru berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue guna konsolidasi struktur keuangan dan ekspansi bisnisnya.
Dalam prospektus ringkasnya yang terbit pada Senin (10/11) Manajemen TECH menjelaskan bahwa Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 502.520.000 saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Seluruh saham baru tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki hak serta kedudukan yang sama dengan saham TECH yang telah beredar.
“Seluruh dana bersih dari pelaksanaan HMETD, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk memulihkan kinerja keuangan dan operasional Perseroan, mempersiapkan pengembangan kegiatan usaha baru, memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga, melakukan rekrutmen karyawan, serta mempersiapkan sarana dan prasarana kegiatan usaha baru,” tulis manajemen.
Manajemen juga menambahkan, apabila seluruh atau sebagian pemegang saham tidak melaksanakan haknya, sisa saham baru yang tidak diambil akan dibeli oleh pembeli siaga (standby buyer).
“Ketidakikutsertaan pemegang saham dalam melaksanakan HMETD akan menyebabkan terdilusinya persentase kepemilikan sahamnya dan dapat mengubah pengendalian atas perseroan,” ucap Manajemen dalam prospektus.
Sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan, TECH akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 18 Desember 2025.
Seperti diketahui saham (TECH) saat ini dalam status suspensi yang berlaku pada 7 Agustus 2023 di harga Rp50 per lembar saham.
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Industri Melambat,SMGR Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Sepanjang 2025
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025





