Industri Pengolahan Dominasi Ekspor, Ada Pengaruh Harga Global
:
0
Ilustrasi Sektor industri pengolahan seperti nikel, aluminium hingga bahan kimia organik menjadi pendorong pertumbuhan ekspor pada periode Januari-Maret 2026. Dok.BatamNews.
EmitenNews.com - Sektor industri pengolahan seperti nikel, aluminium hingga bahan kimia organik menjadi pendorong pertumbuhan ekspor pada periode Januari-Maret 2026. Industri pengolahan juga mendominasi struktur pangsa total ekspor sampai 82,25 persen. Peningkatan ini dipengaruhi tren harga global dan permintaan dari mitra dagang.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/5/2026), Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan sepanjang tiga bulan pertama 2026, pertumbuhan ekspor didorong kinerja sektor industri pengolahan naik 3,96 persen atau menjadi USD54,98 miliar ibandingkan periode Januari-Maret 2025 yang sebesar USD52,89 miliar.
Kenaikan ekspor tertinggi terjadi pada nikel dan barang daripadanya (HS 75) yang melonjak 60,60 persen; timah dan barang daripadanya (HS 80) 49,09 persen; aluminium dan barang daripadanya (HS 76) 40,97 persen. Kemudian, bahan kimia organik 21,44 persen; dan bahan kimia anorganik 14,46 persen secara kumulatif.
Mendag Budi menjelaskan, peningkatan ini dipengaruhi tren harga global dan permintaan dari mitra dagang.
Sayangnya, kinerja ekspor sektor pertanian turun 32,18 persen dan sektor pertambangan dan lainnya turun 11,17 persen pada periode Januari-Maret 2026. Kopi, teh dan rempah-rempah menjadi komoditas sektor pertanian dengan penurunan ekspor terdalam sebesar 40,15 persen.
Secara kumulatif Januari-Maret 2026, total ekspor Indonesia mencapai USD66,85 miliar atau tumbuh tipis 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data yang ada menunjukkan, kinerja ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang meningkat 0,98 persen yang menjadi USD63,60 miliar di tengah kontraksi ekspor migas sebesar 10,58 persen yang menjadi USD3,25 miliar.
Kemudian, dari sisi tujuan ekspornya, ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Maret 2026 menunjukkan pertumbuhan yang kuat di sejumlah pasar. Lonjakan ekspor tertinggi tercatat ke Spanyol sebesar 38,86 persen, diikuti Mesir 25,43 persen, Tiongkok 17,49 persen, Thailand 13,58 persen, serta Belanda 11,37 persen.
Ekspor ke kawasan nontradisional seperti Asia Tengah lainnya, Afrika Utara, Asia Timur, Amerika Selatan lainnya, dan Afrika Barat mencatatkan kinerja positif.
Pertumbuhan juga didukung oleh meningkatnya permintaan dari mitra dagang utama, khususnya Hong Kong yang tumbuh 78,20 persen, Thailand 67,08 persen dan Taiwan 29,38 persen secara bulanan.
Related News
Apindo Nilai Dunia Usaha tidak Rasakan Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen
Jaga Momentum Ekonomi, Pemerintah Luncurkan Kejutan Paket Stimulus
Beli di Bawah 1 Persen Saham GOTO, Danantara Ingin Sejahterakan Ojol
Bertemu Menperin, Menkeu Purbaya Ungkap Pemerintah Siapkan Insentif EV
Rupiah Undervalued, BI Bakal Batasi Pembelian Dolar USD25.000/Bulan
Penerbitan Panda Bonds RI di China Janjikan Bunga Lebih Kompetitif





