Jaga Momentum Ekonomi, Pemerintah Luncurkan Kejutan Paket Stimulus
:
0
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. dok. Suara Karya.
EmitenNews.com - Siap-siap terima kejutan paket stimulus untuk menjaga momentum ekonomi pada kuartal II-2026 berupa insentif tambahan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal, paket stimulus itu akan diumumkan dan dijalankan dalam waktu dekat.
“Pemerintah akan memberikan stimulus tambahan ke perekonomian yang tidak lama lagi akan diumumkan. Mungkin 1 Juni mulai jalan,” kata Menkeu Purbaya kepada pers, di Istana Negara Jakarta, seperti disiarkan daring Youtube, dikutip Rabu (6/5/2026).
Pemberian kejutan paket stimulus tambahan itu, menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat, seiring koordinasi erat dengan bank sentral dalam memastikan likuiditas tetap terjaga di pasar keuangan.
Satu hal, selain stimulus fiskal, pemerintah juga menyiapkan strategi untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Salah satunya melalui penerbitan surat utang di pasar China atau yang dikenal sebagai panda bond, dengan tingkat bunga yang dinilai lebih kompetitif.
Penerbitan obligasi tersebut akan membantu diversifikasi sumber pembiayaan negara, sehingga ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dapat dikurangi. Dengan diversifikasi ini, ke depan struktur pembiayaan akan lebih sehat.
Purbaya menilai prospek ekonomi Indonesia masih solid di tengah dinamika global. Karena itu, ia meminta pelaku pasar dan masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap gejolak yang terjadi.
Purbaya juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo yang menekankan kondisi fiskal Indonesia tetap aman. Pesannya jelas, kondisi keuangan negara cukup kuat. Jadi tidak perlu khawatir berlebihan.
Kebijakan Fiskal Diarahkan Sebagai Penopang di Tengah Ketidakpastian Global
Pemerintah menyiapkan serangkaian bantalan fiskal pada kuartal II 2026 untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi tetap di jalur target. Antara lain gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga percepatan penyaluran bantuan sosial dan stimulus sektor riil.
Dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kebijakan fiskal tahun ini diarahkan sebagai penopang di tengah ketidakpastian global. Juga sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 5,4%.
Related News
Bahlil Ungkap Listrik Padam Tanggung Jawab PLN, Soal Batu Bara Aman
Kejar Investor ke China, Purbaya Klaim Dunia Percaya Fiskal Indonesia
Rupiah Goyang, Analis Bandingkan dengan Krisis 1998-2020 hingga Kini
Pasar RI Makin Ramah pada Mobil Asal China, Cek yang Paling Laris
Pemadaman Listrik Bergilir Masih Terjadi, Ini Janji PLN
Rabbani Khatulistiwa 2026, Upaya Kalbar Tumbuhkan Ekonomi Syariah





