Pembukaan Hormuz Tekan Imbal Hasil Obligasi AS dan Jepang
:
0
Imbal hasil obligasi pemerintah di Jepang dan Amerika Serikat mencatatkan penurunan pada perdagangan hari Kamis.(Ilustrasi Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Imbal hasil obligasi pemerintah di Jepang dan Amerika Serikat mencatatkan penurunan pada perdagangan hari Kamis. Penurunan imbal hasil surat utang negara tenor 10 tahun di kedua negara tersebut dipicu oleh melandainya harga minyak mentah dunia setelah pembukaan kembali sebagian jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Berdasarkan data Trading Economics, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun turun menjadi sekitar 2,78 persen dan mencatatkan penurunan selama dua sesi berturut-turut. Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun berkisar di level 4,6 persen atau telah menyusut sekitar 10 basis poin sepanjang pekan ini.
Penurunan harga minyak terjadi setelah kesepakatan tercapai. Iran dan Oman mencapai kesepakatan untuk membangun koridor pelayaran melalui selat tersebut, yang memicu ekspektasi peningkatan aliran energi dari Timur Tengah.
Meredanya ketegangan geopolitik dan penurunan harga energi ini menjadi kabar positif bagi kondisi pasar keuangan di Indonesia. Penurunan yield obligasi AS dan Jepang berpotensi mengurangi tekanan inflasi global, menahan laju outflow modal asing, serta memberikan ruang stabilitas bagi imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) dan nilai tukar Rupiah di pasar domestik.
Sinyal perlambatan inflasi turut mengubah ekspektasi kebijakan moneter global. Pasar kini memperkirakan Federal Reserve hanya akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak satu kali hingga akhir tahun, turun dari proyeksi minggu lalu sebanyak dua kali.
Langkah penyesuaian ekspektasi ini juga didorong oleh data ADP yang menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta AS pada Juli hanya mencapai 44.000 pekerjaan, terlemah sejak Januari dan di bawah estimasi 70.000.
Meski demikian, Gubernur Fed Lisa Cook menegaskan kembali bahwa ia tetap siap menaikkan suku bunga jika tingkat inflasi tidak terus mereda. Di sisi lain, imbal hasil obligasi Jepang masih ditopang ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ), setelah risalah pertemuan Juli menunjukkan kekhawatiran para anggota dewan akan kenaikan inflasi konsumen pada paruh kedua tahun fiskal.(*)
Related News
Setelah Tiga Tahun, MSCI Cabut Perlakuan Khusus Indeks Bangladesh
Awas Mafia Bermain! Beras Fortifikasi Bodong Dijual Rp42 Ribu/Kg
Hormuz Dibuka, Dolar Anjlok ke 99, Yen Menguat ke 157/USD
Program MBG Dongkrak Belanja Negara 15,97%, Ekonomi Tumbuh 5,29%
Pasar Pangkas Prospek Bunga Fed, Harga Emas Melesat
Selat Hormuz Dibuka Sebagian, Harga Minyak Tertahan di USD75





