Industri Tambang Lesu, Laba ABMM Kuartal I Terpangkas 32,8 Persen
:
0
PT ABM Investama Tbk (ABMM)
EmitenNews.com - PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat penurunan laba bersih pada kuartal I-2026 di tengah tekanan industri pertambangan akibat konflik geopolitik Timur Tengah dan dinamika regulasi domestik.
Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, ABMM membukukan laba bersih sebesar US$14,4 juta atau turun 32,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$21,5 juta.
Pendapatan konsolidasian Perseroan juga turun 10,9% secara tahunan menjadi US$222,7 juta. Penurunan terjadi di seluruh lini bisnis, mulai dari segmen jasa yang melemah 10,3%, pabrikasi turun 26,1%, kontraktor tambang dan tambang batu bara turun 6,7%, hingga segmen lainnya yang merosot 27,7%.
Manajemen menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak akibat konflik Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang menekan kinerja operasional Perseroan sepanjang awal tahun ini.
Meski demikian, ABMM berhasil mempertahankan perolehan profit melalui langkah efisiensi. Perseroan mencatat biaya pendapatan turun 13,3%, lebih besar dibanding penurunan pendapatan, sehingga laba kotor melonjak 60,9% dibanding kuartal I-2025.
"Perseroan tetap fokus memperkuat portofolio usaha di tengah tantangan industri melalui optimalisasi aset, efisiensi biaya, serta disiplin pengelolaan arus kas dan belanja modal," ujar Direktur ABMM, Hans Manoe.
Di sisi operasional, aset tambang batu bara Perseroan di Aceh mulai mencatat penjualan perdana pada Februari 2026. Perseroan memperkirakan volume penjualan dari aset tersebut akan terus meningkat sepanjang tahun dan diharapkan memperkuat rantai nilai bisnis pertambangan ABMM.
Dalam jangka pendek, ABMM juga tengah menyelesaikan proses perizinan untuk memulai operasi PT Piranti Jaya Utama di Kalimantan Tengah dengan target first cut pada akhir 2026.
Related News
Menengok Taktik Emiten SCNP Penuhi Free Float 15 Persen
BMRI–PSAB Bersiap Cum Dividen 15 September, BBCA–CMRY Cair Pekan Ini!
Salurkan KPP Rp7,4 Triliun, BTN (BBTN) Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
GRIA Absen Dividen hingga Hapus Jabatan Direktur Pemasaran, Ada Apa?
Tembus Porsi 10,06%, Yulie Sekuritas Borong Lagi 1,44 Juta Saham EMMI
David Kini Preskom Emiten Grup Sinar Mas (DSSA) Gantikan Franky





