Internet Rakyat Bisa Jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
:
0
Hashim Sujono Djojohadikusumo Board of Shareholders of PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge saat grand lounching IRA-Internet Rakyat. Photo/Rizki EmitenNews
EmitenNews.com -Sebuah terobosan revolusioner siap mengubah lanskap digital Indonesia. Perusahaan teknologi PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) secara resmi meluncurkan layanan "Internet Rakyat", sebuah gerakan pemerataan digital yang menawarkan internet rumah tanpa batas (unlimited) berkecepatan tinggi 100 Mbps hanya dengan biaya Rp100.000 per bulan.
Harga tersebut dinilai sangat ekstrem dan disruptif, mengingat rata-rata biaya internet dengan kualitas serupa di Indonesia saat ini mencapai Rp300.000 per bulan.
"Hanya seharga tiga bungkus rokok premium, masyarakat kini bisa menikmati internet tanpa batas dengan kecepatan 100 Mbps," ujar Dewan Pemegang Saham Surge, Hashim Djojohadikusumo, dalam sambutannya di Jakarta. "Ini bukan sekadar peluncuran layanan internet biasa, ini adalah pemenuhan harapan bagi jutaan keluarga Indonesia untuk hidup lebih layak melalui ekonomi digital."
Senjata Baru Pendongkrak Ekonomi 8%
Kehadiran Internet Rakyat bukan sekadar urusan konektivitas, melainkan diproyeksikan menjadi game changer bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Hashim mengungkapkan optimismenya bahwa infrastruktur internet murah ini akan menjadi salah satu katalis untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%.
Berdasarkan studi global dari lembaga konsultan McKinsey, setiap peningkatan 10% penetrasi internet yang murah dan terjangkau di suatu negara mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi antara 0,7% hingga 1,3% per tahun.
BACA JUGA: SURGE dan Telemedia Resmi Luncurkan Internet Rakyat di Regional 1
Untuk tahun ini saja, Surge menargetkan pemasangan jaringan bagi 5 juta pelanggan. Bahkan, muncul sinyal kuat bahwa realisasi di lapangan dapat melompat hingga 10 juta pelanggan demi mengakselerasi kesejahteraan rakyat.
Solusi Atas Rapor Merah Kecepatan Internet Indonesia
Langkah berani yang diambil oleh Surge ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, membeberkan fakta pahit bahwa infrastruktur telekomunikasi Indonesia saat ini masih berada di posisi bottom three (tiga terbawah) di Asia bersama Laos dan Kamboja dalam hal kecepatan internet. Rata-rata kecepatan internet di Indonesia saat ini hanya berkisar di angka 41 hingga 45 Mbps.
Related News
Rangkaian Program Magang Nasional Ditutup, Cek Estafet Karier Lanjutan
Mamdani Paksa Bezos Bayar USD9 Juta Karena Cemari Udara New York
Berbatik Kuning Bacakan Pleidoi, Noel Malah Ngaku Siap Dihukum Mati
BSN Championship 2026 Dorong Talenta Sepak Bola dan UMKM Aceh
Developer Nakal Rugikan Ekosistem Perumahan, Ini Sebabnya
Gelontorkan Bantuan Pangan hingga Juni, Jurus Pemerintah Tekan Harga





