EmitenNews.com - Pasar properti Indonesia menunjukkan sinyal pemulihan yang semakin kuat pada kuartal pertama 2026. Sektor pergudangan modern dan perkantoran premium di kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta menjadi motor utama pertumbuhan di tengah mulai pulihnya aktivitas bisnis dan investasi.

Laporan terbaru JLL mencatat, pasar perkantoran CBD Jakarta mempertahankan momentum positif dengan tingkat okupansi stabil di level 72%. Bahkan, permintaan ruang kantor pada kuartal pertama 2026 tercatat lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Head of Research JLL, James Taylor mengatakan, absennya pasokan baru di kawasan CBD turut menopang permintaan terhadap gedung-gedung eksisting, khususnya Grade A.

“Pasar perkantoran CBD Jakarta mempertahankan momentum pemulihannya di awal tahun 2026. Aktivitas penyewa tetap terfokus pada strategi perpindahan ke gedung dengan kualitas yang lebih baik,” ujar James dalam pernyataannya baru-baru ini, dikutip Minggu (17/5/2026).

Tren menarik lainnya adalah meningkatnya permintaan ruang kantor yang sudah dilengkapi furnitur. Kondisi ini membuat sejumlah landlord mulai menawarkan ruang siap pakai untuk menarik penyewa baru.

Head of Tenant Representation JLL, Panji Aziz mengungkapkan sektor jasa keuangan dan teknologi menjadi kontributor terbesar permintaan ruang kantor premium di Jakarta.

“Harga sewa perkantoran Grade A di CBD naik 0,95% dibanding kuartal sebelumnya, melanjutkan tren positif sejak 2025,” jelas Panji.

Properti Sektor Ini Paling Solid  

Tak hanya perkantoran, sektor pergudangan modern dan logistik justru menjadi segmen dengan performa paling solid sepanjang awal tahun ini. Tingkat hunian gudang modern di Jabodetabek tercatat stabil tinggi di level 96%.

Country Head and Head of Logistics & Industrial JLL, Farazia Basarah menyebut lonjakan investasi manufaktur asal Tiongkok menjadi salah satu pendorong utama permintaan gudang modern, lahan industri, hingga pabrik siap pakai.