Investor Hong Kong Lirik Saham KDTN, Mau Ganti Pengendali?
Puri Sentul mempersiapkan Lounge untuk para pengguna tol. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Ruby Mining (Hong Kong) Limited, perusahaan asal Hong Kong yang bergerak di bidang perdagangan, mengumumkan sedang dalam proses negosiasi untuk mengambil alih PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN).
Direktur KDTN, Rolf B Pohan dalam keterangan tertulisnya pada Junat (21/11), mengungkapkan bahwa Ruby Mining berniat membeli sekitar 1,075 miliar saham, atau setara 86% dari seluruh saham ditempatkan dan disetor KDTN.
Saham itu saat ini dimiliki oleh tiga pemegang saham utama: PT Putrasakti Mandiri, PT Intan Perdana Sukses, dan PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS)
Jika negosiasi menemui titik akhir, transaksi tersebut akan mengubah struktur kepengendalian Puri Sentul Permai atau KDTN.
Rolf menjelaskan bahwa Ruby Mining tercatat beralamat di Room 802, Floor 8, Nan On Commercial Building, Hung Hom, Kowloon, Hong Kong, dengan kegiatan utama di bidang perdagangan.
Perusahaan menyatakan tujuan akuisisi adalah untuk memperluas investasi dan pengembangan bisnis di Indonesia. Saat pengumuman dirilis, Ruby Mining sama sekali belum memiliki saham KDTN, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Negosiasi dilakukan langsung antara calon pengendali baru dan para pemegang saham lama, mencakup isu komersial serta mekanisme penyelesaian transaksi. Penyelesaian rencana pengambilalihan masih menunggu hasil uji tuntas (due diligence) yang tengah dilakukan Ruby Mining.
Apabila transaksi rampung, Ruby Mining wajib melakukan penawaran tender wajib (tender offer) kepada pemegang saham publik sesuai aturan pasar modal.
Rencana akuisisi ini diperkirakan menjadi salah satu sentimen yang memengaruhi pergerakan saham KDTN dalam waktu dekat, mengingat perubahan pengendali kerap membawa dinamika baru bagi emiten, mulai dari strategi bisnis hingga arah pertumbuhan jangka panjang.
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





