EmitenNews.com - PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) merombak susunan manajemen sekaligus menegaskan arah transformasi digitalnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 5 Mei 2026, perseroan menunjuk tiga direktur baru, termasuk nama senior industri telekomunikasi, Honesti Basyir.

Masuknya Honesti dinilai menjadi sinyal kuat percepatan transformasi bisnis Indosat, terutama dalam pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Presiden Direktur dan CEO Indosat, Vikram Sinha, menyebut penunjukan ini akan memperkuat eksekusi strategi perusahaan ke depan.

Honesti membawa pengalaman lebih dari dua dekade di berbagai sektor strategis. Lulusan Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1992 dan Magister Corporate Finance, Institut Manajemen Telkom tahun 2002 ini pernah menjabat Direktur Keuangan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pada 2012 - 2014, dan lanjut menjadi Direktur Wholesale and International Service, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pada 2014 - 2017.

Pada 2017 - 2019, Honesti pindah ke BUMN Farmasi untuk menduduki posisi Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk. Berikutnya pada 2019 - 2023 ia dialihkan ke BUMN Farmasi lainnya untuk menjadi Direktur Utama, PT Bio Farma (Persero).

Rampung dari BUMN Farmasi, Honesti balik ke Telkom untuk menduduki jabatan Direktur Group Business Development dan posisi terakhirnya ia menjabat sebagai Direktur Wholesale dan Internasional Service hingga 2025.

Selain Honesti, RUPST juga mengangkat Reski Damayanti dan Apoorva Mehrotra sebagai anggota direksi yang efektif sejak penutupan rapat. Reski dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang hukum dan tata kelola, sementara Apoorva membawa rekam jejak internasional lebih dari 25 tahun di industri telekomunikasi, termasuk di Airtel dan Vodafone.

Di saat yang sama, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Seppalga Ahmad sebagai komisaris serta pemberhentian dengan hormat Ahmad Zulfikar dari posisi direktur dan Achmad Syah Reza dari jajaran komisaris.

Tak hanya perubahan manajemen, RUPST juga menyetujui pembagian dividen jumbo sebagai refleksi kinerja perseroan. Indosat akan membagikan total dividen sebesar Rp3,579 triliun atau setara Rp111 per saham kepada pemegang saham, yang akan direalisasikan paling lambat 30 hari setelah pengumuman risalah rapat.

Langkah ini menegaskan posisi Indosat dalam menjaga keseimbangan antara transformasi bisnis dan pengembalian nilai kepada investor, di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat dan kebutuhan investasi teknologi yang terus meningkat.