Saham GOTO Kian Terperosok, Antrean Jual Mengular
:
0
Ilustrasi signage PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO).
EmitenNews.com - Saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) kian terperosok ke level Rp50 per saham pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (6/5/2026). Sempat berupaya naik pada pembukaan sesi, hingga akhirnya stagnan di level terbawah dengan antrean jual yang mencapai ratusan miliar.
Berdasarkan pemantauan melalui IDX Mobile, saham GOTO stagnan dengan nilai transaksi mencapai Rp156 miliar, yakni sebanyak 3,12 juta lot dalam 29 ribu kali transaksi.
Selain itu, melalui aplikasi Ajaib, kolom order book saham GOTO terlihat jomplang. Antrean beli terpantau kosong melompong, sementara kolom antrean jual terisi penuh dengan jumlah seluruhnya mencapai 120 juta lot.
Anjloknya saham GOTO beriringan dengan kebijakan terbaru yang diteken presiden Prabowo Subianto terkait batas maksimum komisi perusahan ride-hailing dari 20 persen menjadi 8 persen. Di samping itu, saham GOTO juga terpantau masuk dalam papan pemantauan khusus bursa.
Sebelumnya diberitakan, bahwa CEO Danantara Rosan Roeslani disebut telah membeli saham GOTO dengan jumlah kurang dari satu persen.
Hal itu juga disampaikan oleh Corporate Secretary Goto Gojek, RA Koesoemohadiani. Ia merespons positif rencana Danantar yang akan memborong saham. Menurutnya, hal itu menjadi dorongan positif bagi perseroan untuk terus menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan, profesional.
Awali 2026 dengan Performa Apik
Per 31 Maret 2026, GOTO mencatat perolehan laba bersih kali pertama dalam sejarah perusahaan, sekaligus membalik posisi rugi pada periode sama tahun sebelumnya. GOTO membukukan laba bersih Rp171 miliar, berbalik dari periode sama tahun lalu tekor Rp367 miliar.
Perolehan profit tersebut didukung pertumbuhan pendapatan signifikan sebesar Rp5,3 triliun. Angka itu, tumbuh 26 persen dari edisi sama tahun sebelumnya senilai Rp4,2 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan di seluruh segmen, mulai dari jasa pengiriman, imbalan jasa e-commerce, hingga iklan dan lain-lain.
Per akhir Maret 2026, GOTO mencatat jumlah aset Rp46,8 triliun, liabilitas Rp18,0 triliun, dan ekuitas Rp28,8 triliun. Jangan lupa, GOTO masih menggendong akumulasi rugi sejumlah Rp215,07 triliun, menipis bila dibanding akhir tahun lalu sebesar Rp215,33 triliun
Related News
RM Nasi Padang Payakumbuah Milik Arief Muhammad Digadang Akan IPO
Usai Diakuisisi AEP, Saham Emiten Sawit dan Karet Ini Mendadak Ambruk
Dua Saham Lepas dari Suspensi, Satu Nonstop ARA Berjilid-jilid
YUPI Bagi Dividen Interim Bulan Ini, Telisik Besarannya
Penjualan COAL Q1 2025 Anjlok, Merosot hingga 50,2 Persen
Pendapatan Melorot, Laba MBSS Anjlok 71 Persen Kuartal I 2026





