EmitenNews.com - PT Black Diamond Resources (COAL) membukukan penjualan anjlok 50,2 persen pada 2025 sebesar Rp242 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp486 miliar.

Dengan beban pokok penjualan sebesar Rp192 miliar pada 2025, dan Rp405 miliar pada periode sebelumnya, laba kotor COAL tercatat Rp50 miliar pada 2025, mengalami penurunan 38,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp81 miliar.

Beban keuangan tampak membengkak 20 persen menjadi Rp18 miliar pada 2025, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp15 miliar. Sehingga melihat laba sebelum pajak penghasilan, COAL membukukan sebesar Rp8,4 miliar pada 2025, ambles 80,9 persen dari tahuns sebelumnya sebesar Rp44 miliar.

Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,2 miliar, berguguran 87,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mampu mencatatkan Rp33 miliar.

Dari kinerja tersebut, turut berpengaruh terhadap laba per saham dasar sebesar Rp1,01 per saham pada 2025, rontok 87,1 persen dari tahun sebelumnya yang membukukan Rp7,80 per saham.

Sementara dari sisi neraca, jumlah aset COAL tercatat relatif stabil, meski terdapat perbedaan tipis. Pada 2025, aset COAL tercatat sebesar Rp803 miliar, turun 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp807 miliar. Aset tersebut, terdiri dari aset lancar sebesar Rp321 miliar, dan aset tidak lancar sebesar Rp482 miliar pada tahun 2025.

Di sisi liabilitas, COAL mencatatkan liabilitas sebesar Rp436 miliar pada tahun 2025, turun 2,2 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp446 miliar. Terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp424 miliar, dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp12 miliar pada 2025.

Sedangkan ekuitas, tercatat sebesar Rp366 miliar pada 2025, meningkat 1,4 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp361 miliar.

Meski demikian, terdapat peningkatan penerimaan utang bank jangka pendek sebesar Rp65 miliar pada 2025, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp10 miliar. Hal ini turut berpengaruh terhadap kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan dengan hasil akhir sebesar Rp42 miliar pada 2025, berbalik dari tahun sebelumnya tercatat negatif sebesar Rp3 miliar.

Adapun kas dan bank akhir tahun tercatat sebesar Rp14 miliar pada 2025, naik 50,5 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp9,3 miliar. Bersamaan dengan laporan keuangan tersebut, secara year to date, saham COAL terpantau melemah 33,71 persen atau 30 poin ke level Rp59. (*)