Danantara Kempit Saham Bawah 1 Persen, Ini Respons GOTO
:
0
Mitra Driver Gojek berkonvoi menuju gedung Kementerian Perhubungan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Goto Gojek (GOTO) merespons positif Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) memborong saham perseroan. Itu sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya, sebagai cerminan kepercayaan berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, dan prospek jangka panjang perseroan.
Kepercayaan tersebut menjadi dorongan positif bagi perseroan untuk terus menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan, profesional, dan terus berlandaskan pada tata kelola perusahaan yang baik. ”Kami memahami Danantara telah membeli sejumlah saham perseroan melalui bursa dalam jumlah kurang dari 1 persen,” tegas R A Koesoemohadiani, Corporate Secretary Goto Gojek.
Manajemen GOTO senantiasa mematuhi ketentuan kewajiban pelaporan atas kepemilikan saham perseroan. Sejak Maret 2026, GOTO telah menyampaikan laporan kepemilikan saham yang sudah memuat informasi atas pemegang saham yang memiliki saham perseroan 1 persen sampai dengan 5 persen kepada bursa Efes Indonesia (BEI).
Namun demikian, sesuai dengan ketentuan yang diterapkan oleh BEI, informasi tersebut merupakan informasi bersifat privat, dan disampaikan secara terbatas kepada BEI. Sementara itu, informasi publik mengenai pemegang saham di atas 1 persen sampai dengan 5 persen tersebut dapat diakses oleh masyarakat melalui pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia pada situs web BEI.
Pemilik Saham GOTO
Per 31 Maret 2026, pemegang saham GOTO di atas 1 persen yaitu SVF GT Subco 91,1 miliar helai alias 7,65 persen, Taobao China Holding Ltd 88,53 miliar saham setara 7,43 persen, Goto Gojek 37,44 miliar lembar atau 3,14 persen, UBS AG Hong Kong 31,95 miliar saham setara 2,68 persen, Google Asia Pacific Pte Ltd 29,58 miliar saham atau 2,48 persen.
Tencent Mobility Ltd 29,59 miliar lembar selevel 2,48 persen, Peak XV Partners Goto Investment 28,86 miliar helai alias 2,42 persen, Goto Peopleverse Fund 28,51 miliar lembar setara 2,39 persen, Saham Anak Bangsa 26,88 miliar helai atau 2,26 persen, Telekomunikasi Selular (Telkomsel) 23,72 miliar saham atau 1,99 persen, Capret (SG) Pte Ltd 23,58 miliar lembar alias 1,98 persen.
Astra International (ASII) mengempit 18,52 miliar saham atau 1,56 persen, Peak XV Partners Investment IV 18,21 miliar helai setara 1,53 persen, WP Investment VI B.V 17,38 miliar eksemplar atau 1,46 persen, Citibank Hong Kong S/A Bhinneka 17,04 miliar saham alias 1,43 persen, Platinum Orchid B 2018 RSC Ltd 15,21 miliar helai atau 1,28 persen.
Provident Capital Indonesia 14,84 miliar lembar alias 1,25 persen, William Tanuwijaya 14,71 miliar helai setara 1,24 persen, Morgan Stanley and Co International 14,47 miliar lembar atau 1,22 persen, dan CGS International Securities Singapore mengempit saham perseroan tidak kurang dari 13,01 miliar saham atau 1,09 persen.
Momentum Danantara
Related News
Pendapatan Melorot, Laba MBSS Anjlok 71 Persen Kuartal I 2026
MSJA Jadwal Dividen Tunai 90 Persen dari Laba, Telisik Detailnya
Jelang RUPSLB, INPS Bakal Tambah Lini Usaha
Aset Gendut, PALM Catat Laba Rp2,32 Triliun Kuartal I 2026
Bank BSI (BRIS) Bagi Dividen Rp1,51 Triliun
Perkuat Modal, MDKA Racik Private Placement 2,44 Miliar Lembar





