Investor Puasa Dividen, Panca Mitra (PMMP) Fokus Kembangkan Usaha
EmitenNews.com—Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) pada Senin (11/7/2022) siang, memutuskan untuk menahan laba bersih tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp132,6 miliar, karena akan digunakan untuk membantu pengembangan usaha.
Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan PMMP, Christian Jonathan Sutanto dalam paparan publik secara daring, Senin (11/7/2022).
“Perseroan tidak membagi dividen. Mengapa? Karena mempertimbangkan adanya rencana ekspansi usaha di tahun 2022 dan 2023 sehingga perseroan masih butuh dana untuk itu,” kata dia.
Ia melanjutkan, untuk menopang rencana ekspansi usaha, seperti pembangunan konstruksi pabrik pengolahan udang ke-9 dan pembelian mesin penunjangnya, perseroan telah mendapat persetujuan Penambahan Modal dengan Memesan Efek Terlebih Dahulu (PHMETD) atau right issue dalam RUSPLB yang berlangsung usai RUPST tadi.
“Right Issue ini kami targetkan akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023,” kata dia.
Ia menambahkan, aksi right issue tersebut diharapkan dapat meraup dana sebesar USD20 juta.
Setelah itu, sebesar USD15 juta akan digunakan untuk membiayai pabrik ke-9 yang dapat beroperasi penuh tahun 2023, dan sisanya untuk modal kerja.
“Sehingga tidak ngambil utang lagi untuk modal kerja,” kata dia.
Untuk diketahui, emiten pengolahan udang ini telah meraup dana sebesar Rp118,6 miliar dari penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada Desember 2020 lalu.
Right issue untuk membiayai pembangunan pabrik ke-19 di Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Apalagi, utilisasi seluruh pabrik sudah maksimal. Dan, permintaan baik ekspor dan impor terus melonjak. ”Oleh karena itu, kami akan menambah pabrik baru,” tutur Direktur Utama Panca Mitra Martinus Soesilo.
Pabrik baru itu, nanti akan tetap fokus untuk memproduksi produk value added shrimp, yang sudah menjadi fokus perseroan sejak 2020. Terpenting lagi meningkatkan profitabilitas perusahaan. Perubahan strategi penjualan dan rencana right issue akan memperbaiki struktur permodalan perseroan.
Dengan tambahan setoran modal ini, rasio-rasio likuiditas, dan solvabilitas akan membaik. Struktur permodalan perusahaan juga akan lebih sehat. Selain itu, juga mampu menambah kemampuan, dan kapabilitas untuk mengembangkan kegiatan usaha, kinerja, dan daya saing industri.
Related News
Tender Wajib Techno9 Minim Respons, Saham Terserap Cuma Segini
Chandra Asri Perkuat Efisiensi Lewat CASS
Emiten Layanan Kesehatan BMHS Bidik Pertumbuhan Double Digit Pada 2026
Kinerja BBCA 2025 Sesuai Ekspektasi, Prospek 2026 Lebih Kinclong!
Emiten Infrastruktur PBSA Optimistis Capai Target Laba Rp202 Miliar
Perkuat Ekosistem Digital, Surge (WIFI) Gandeng PT Pos Indonesia





