Investor Terkunci, Bos ini Melenggang Exit dengan Harga Premium
:
0
Manajemen Maharaksa Biru Energi tampak berbincang asik pada scatu kesempatan. Foto - Dok Emitennews
EmitenNews.com - Gafur Sulistyo Umar kembali mengurangi timbunan saham Maharaksa Biru Energi (OASA). Sang pengendali perseroan itu, terekam melepas 11.424.700 saham OASA. Transaksi divestasi itu, dilakukan pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Jamak diketahui, Jumat, 16 Oktober 2026, hari kiamat kecil bagi pelaku pasar modal. Pasalnya, pada Jumat keramat itu, tidak sedikit investor terkunci. Bahkan, untuk sekadar cutloss dengan harga diskon hancur-hancuran harus melalui antrean berlapis-lapis.
Para saudagar mengalami kepanikan luar biasa. Itu setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus menjalani trading halt alias penghentian sementara. Setelah bebas trading halt, IHSG tetap merah menyala, dan berujung ambruk 11,57 persen menjadi 5.185. Sepekan IHSG drop 14,91 persen dari 6.093.
Nah, di tengah derita berjemaah akibat teror Morgan Stanley Capital International (MSCI) itu, Gafur melenggang mulus. Bukan hanya sukses exit, bos OASA itu malah keluar dengan melepas saham pada harga premium. Melego saham OASA pada level Rp190 Per helai senilai Rp2,17 miliar.
Padahal, saham OASA mengalami auto reject bawah (ARB) sejak awal hingga akhir perdagangan. Sepanjang perdagangan dengan udara pengab itu, saham OASA terpaku di Rp177, ambless 14,90 persen alias 31 poin dari periode perdagangan hari sebelumnya di level Rp208.
Dengan penuntasan transaksi itu, tumpukan saham OASA dalam genggaman Gafur berkurang sedikit. Tepatnya, menjadi 1,97 miliar eksemplar setara dengan 31,11 persen. Mengalami dilusi kepemilikan dari sebelum transaksi dengan tabulasi 1,98 miliar helai dengan porsi kepemilikan 31,29 persen. Transaksi itu, diklaim untuk relokasi investasi. (*)
Related News
Lanjut! HP Capital Lego Jutaan Saham Emiten Hapsoro
Efek Kejut MSCI, Market Cap 10 Emiten Terjun Bebas, DSSA?
Nasib DSSA, BREN, dan CUAN Setelah Kena Sanksi Rp2,1 Triliun
Manuver Morgan Stanley Sebelum MSCI Tebar Ancaman
Ledakan Data Center, DMAS Naikkan Target Prapenjualan 42 Persen
BREN dan CUAN Ungkap Ini Usai Kena Sanksi





