EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak terbatas cenderung menguat. Kondisi mengikuti sentimen bursa regional. Pelaku pasar masih akan menanti arah kebijakan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC Minggu ini.
”Oleh karena itu, kami perkirakan IHSG bergerak pada rentang support 6.580, dan resisten 6.650,” tutur Ayu Dian, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Selasa, 21 Maret 2023.
Secara teknikal, IHSG tertahan pada resistance 6.680, sementara indikator stochastic mulai membentuk pola death cross. Namun, beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu HRTA, INCO, INKP, BRMS, HAIS, dan BBRI.
Menyudahi perdagangan kemarin, IHSG terkoreksi 0,98 persen menjadi 6.612. Beberapa sektor mengalami koreksi di antaranya technology minus 3,47 persen, energy susut 1,87 persen, dan infrastructure tekor 1,29 persen. Investor asing membukukan net sell pasar reguler Rp427,04 miliar. Saham paling banyak dijual investor asing antara lain BBRI, GOTO, dan TLKM.
Sementara itu, ketiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) menyusuri zona hijau. Penguatan indeks didorong konfidensi pelaku pasar di tengah langkah bank sentral berupaya menyelamatkan perbankan mengalami masalah likuiditas. Sementara itu, pasar masih akan menanti risalah pertemuan The Fed pada Rabu ini. Pagi ini, bursa Asia sudah diperdagangkan mix. Indeks Nikkei 225 melemah 1,42 persen, dan Kospi menguat 0,54 persen. Pada pagi ini, Korea merilis PPI berhasil mengalami penurunan menjadi 4,8 persen pada Februari 2023. (*)
Related News
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya
Baru Buka, IHSG Tetiba Anjlok 1,26 Persen ke 5.747
Vietnam Airlines Bidik Laba Meski Bahan Bakar Melonjak, Garuda Bisa?





