Investor Wait and See, IHSG Berpotensi Melemah dengan Range 6765-6950
EmitenNews.com—Pada perdagangan Jumat (14/10), Bursa saham Wallstreet ditutup melemah seiring kenaikan US Treasury Yield 2Y yang mendekati level 4,5% membuat pelaku pasar khawatir The Fed akan kembali melakukan pengetatan kebijakan moneter.
Bursa saham Asia mayoritas ditutup menguat seiring penguatan wallstreet, pelaku pasar memperkirakan The Fed masih akan Hawkish untuk menurunkan inflasi AS. Harga minyak mentah Brent melemah diatas 3% setelah rilis data CPI AS yang dinilai masih tinggi dan akan membuat The Fed kembali menaikkan suku bunga hal ini membuat kekhawatiran akan potensi resesi ekonomi dunia. IHSG ditutup melemah pada perdagangan Jumat (14/10), pelaku pasar wait and see mencermati rilis data ekonomi AS.
“Selain itu pelemahan Rupiah yang tembus diatas level 15400 turut menjadi perhatian pelaku pasar. Diperkirakan hari ini Senin (17/10) IHSG berpotensi melemah dengan range 6765-6950, saham sektoral yang dapat diperhatikan Energi, Konsumer, dan Basic Industry,” kata Dimas Wahyu Analis Bahana Sekuritas.
BRPT terbentuk Inverted Hammer berpotensi terjadinya rebound, area beli terbaik pada range 790-815 Stoploss jika Closing di bawah level 765.
ACES terbentuk Bullish Harami berpotensi terjadinya Rebound. Area beli terbaik pada range 525-535 Stoploss jika Closing di bawah level 510.
MAPI terbentuk Spinning Top berpotensi terjadinya Profit Taking. Area Buy Back terbaik pada range 1075-1100 Stoploss jika Closing di bawah level 1065.
WIIM terbentuk Doji berpotensi terjadinya Rebound. Area beli terbaik pada range 830-840 Stoploss jika Closing di bawah level 825.
PNBS terbentuk Spinning Top berpotensi terjadinya koreksi minor Area beli terbaik pada range 87-90 Stoploss jika Closing di bawah level 84.
Related News
IHSG Kian Menyala, Borong Saham IMPC, PANI, dan TINS
Apa Itu Saham Gorengan? Begini Cara Menghindarinya
IHSG Bangkit! Ditutup Lompat 2,52 Persen ke Level 8.122
Biaya Transaksi Kurang Kompetitif Jadi Hambatan Utama Bursa Kripto RI
SBN Ritel Perdana 2026, Penawaran ORI029 Dibuka hingga 19 Februari
IHSG Rebound ke 8.047 di Sesi I (3/2), 10 dari 11 Sektor Mulai Bangkit





