Investor Wait and See, Pekan Ini Cermati Saham TKIM, JPFA, UNVR, BIRD, KLBF dan ISAT
:
0
EmitenNews.com -DJIA dan S&P 500 membukukan rekor penutupan tertinggi baru di Jumat (2/2). Penguatan juga dicatatkan oleh Nasdaq. Kondisi tersebut ditopang oleh realisasi kinerja sejumlah perusahaan teknologi besar di AS, khususnya Meta dan Amazon yang membukukan kinerja Q4-2023 diatas ekspektasi.
Di sisi lain, tambahan penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 353 ribu di Januari 2024 jauh di atas ekspektasi di 185 ribu. Kondisi ini memperkecil peluang pemangkasan the Fed Rate di Maret 2024.
IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 7175-7330 di pekan ini. Sentimen utama yang mempengaruhi IHSG akan didominasi dari dalam negeri. BPS dijadwalkan merilis data pertumbuhan ekonomi Q4-2023 di Senin (5/2).
Pertumbuhan ekonomi diperkirakan kembali ke atas 5% yoy di Q4-2023, sehingga pertumbuhan ekonomi FY2023 diyakini berada di atas 5%.
Faktor lain yang berpotensi memicu sikap wait and see dari pelaku pasar adalah hari perdagangan di Indonesia yang lebih singkat di pekan ini. Sementara dari eksternal terdapat jadwal rilis inflasi Tiongkok dan Jerman di Kamis dan Jumat. Kedua data tersebut termasuk data penting yang dinantikan pelaku pasar.
Dari eksternal, investor mengantisipasi rilis data ISM Services PMI di AS pada (5/2) yang diperkirakan di level 52 dari sebelumnya sebesar 55.2 di Desember 2023.
Tingginya proyeksi PMI, mengindikasikan masih terdapat keyakinan terhadap ekspansi perekonomian sektor jasa di AS di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi serta geopolitik. Selain itu, investor juga menanti rilis data Caixin Composite PMI dan Caixin Services PMI yang akan rilis di hari yang sama.
“Top picks di Senin (5/2) meliputi TKIM, JPFA, UNVR, BIRD, KLBF, dan ISAT,” kata Valdy Kurniawan Head Of Research Phintraco Sekuritas.
Related News
Temuan Uang Palsu Makin Turun, Ternyata ini Penyebabnya
Paradise Indonesia JWC 2026 Berakhir, Ini Deretan Pemenangnya
IHSG Anjlok Nyaris 2 Persen, Emiten Prajogo Dominasi Top Losers
IHSG Siang (13/5) Menjunam 1,81 Persen, Saham Eks MSCI Jadi Beban
Tampung Aspirasi Pelaku Usaha, Penyesuaian Tarif PNBP Mineral Ditunda
Koreksi Rupiah Sudutkan IHSG





