EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali melanjutkan penguatan. Kondisi itu, mengantarkan S&P 500 untuk kali pertama dalam sejarah ditutup di atas level 7.300. Iran dan Amerika Serikat (AS) sudah hampir mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik militer menjadi sentimen positif utama sebagai pendorong penguatan tersebut. 

Axios melaporkan kesepakatan damai AS-Iran hampir tercapai. Di mana, salah satu isinya paling krusial yaitu moratorium pengayaan uranium. Secara terpisah juru bicara menteri luar negeri Iran mengatakan sedang mengevaluasi proposal damai yang diajukan oleh Amerika. 

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kesepakatan dengan Iran masih belum pasti. Namun, Trump mengasumsikan dengan keyakinan tinggi, proposal damai As akan disetujui Iran. Trump menambahkan kalau Iran tidak menyetujui proposal damai itu, AS akan melancarkan serangan militer dengan intensitas lebih tinggi dari sebelumnya.

Penguatan lanjutan indeks bursa Wall Street, dan lonjakan signifikan beberapa harga komoditas mineral logam seperti timah, emas, dan tembaga diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Aksi jual masif investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif pasar. Mesai begitu, IHSG diprediksi bergerak cenderung menguat.

Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 7 Mei 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 7.030-6.970, dan resistance 7.155-7.215. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Essa Industries (ESSA), Hartadinata (HRTA), Bumi Minerals (BRMS), Archi (ARCI), Antam (ANTM), dan Alfamart (AMRT). (*)