Izin Investor, MEDC Buyback via Danareksa Rp408 Miliar
:
0
Kilang minyak besutan Medco Energi. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Medco Energi (MEDC) menyiapkan Rp408 miliar alias USD25 juta. Anggaran tersebut diplot untuk melakukan pembelian kembali alias buyback saham. Pembelian kembali akan dilakukan dalam tempo 12 bulan.
Sumber dana untuk melaksanakan buyback bukan dana hasil penawaran umum, dan bukan merupakan dana dari pinjaman dan/atau utang dalam bentuk apa pun. Perkiraan jumlah saham dalam buyback adalah 240 juta lembar atau 0,95 persen dari modal ditempatkan, dan disetor perseroan.
Dengan demikian, buyback tidak akan melebihi 10 persen saham termasuk saham treasuri perseroan saat ini. Selain pertumbuhan dan perluasan usaha, buyback dapat dianggap sebagai salah satu cara untuk meningkatkan return on equity (ROE) perseroan. Pelaksanaan buyback akan memberi fleksibilitas lebih besar dalam mengelola modal, dan memaksimalkan pengembalian kepada pemegang saham.
Dengan mempertimbangkan pertumbuhan, dan perluasan usaha, buyback akan memfasilitasi pengembalian kelebihan kas, dan dana bagi pemegang saham dengan cara efektif, dan efisien. Buyback akan dilakukan apabila memberi keuntungan bagi perseroan, dan para pemegang saham.
Buyback tidak digelar apabila berdampak negatif secara material mempengaruhi likuiditas, permodalan, dan/atau status perseroan sebagai perusahaan terbuka. Nah, untuk membidani buyback itu, perseroan telah menunjuk BRI Danareksa Sekuritas. Pembelian kembali saham perseroan melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia selama periode buyback.
Rencana tersebut akan digelar setelah mendapat lampu hijau para investor. Oleh karena itu, perseroan akan mengajukan izin dalam rapat umum pemegang saham tahunan pada 3 Juni 2025. Investor berhak ikut rapat harus terdaftar sebagai pemegang saham perseroan alias recording date pada 7 Mei 2025. (*)
Related News
Pembiayaan Kendaraan Berbasis Syariah Tumbuh Kuat, Ini Penjelasan BSI
BCA (BBCA) Gandeng Pegadaian, Luncurkan Tabungan Emas di myBCA
Batavia (BPII) Tebar Dividen Interim Rp35M, Cair 11 September
Dukung Operasional Bandara Dhoho, GGRM Suntik SDHI Rp200 Miliar
Bangkit dari Harga Gocap, Saham Garuda Indonesia (GIAA) Tersorot
Pengendali AKRA Serok 4 Juta Saham, Rogoh Kocek Rp5,59 Miliar





