EmitenNews.com - Obligasi RMK Energy (RMKE) mendapat sambutan sangat positif dari investor. Hingga masa penawaran berakhir, total permintaan (final demand) tercatat mencapai Rp1,63 triliun atau mencapai oversubscribed 2,7 kali dari target indikatif awal. 

Antusiasme investor itu, mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan RMKE ke depan. Dalam penawaran itu, RMK Energy menerbitkan obligasi dalam dua seri. yaitu seri A bertenor 5 tahun dan kupon 7,75 persen, dan  seri B dengan tenor 7 tahun, dan kupon 8,25 persen.

Total permintaan seri A mencapai Rp1 triliun, dan seri B mencatat permintaan Rp627,57 miliar. Secara keseluruhan, total book order masuk mencapai Rp1,63 triliun. Distribusi pemesanan dari penjamin pelaksana emisi obligasi (Joint Lead Underwriters) dengan kesanggupan penuh (full commitment) antara lain.

Trimegah Sekuritas Indonesia dengan total pemesanan Rp512,70 miliar. Sucor Sekuritas sebesar Rp625,25 miliar, dan BNI Sekuritas Rp489,62 miliar. Lonjakan permintaan itu, menunjukkan minat kuat investor institusi terhadap instrumen pendapatan tetap RMK Energy, terutama dengan rencana ekspansi untuk memacu pertumbuhan operasional, dan peningkatan kinerja keuangan ke depan.

Manajemen RMK Energy, Vincent Saputra menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor terhadap perseroan. “Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha, dan memperkuat struktur permodalan perseroan, sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan,” kata Vincent. 

Dana hasil obligasi akan dialokasikan sebagai pinjaman kepada anak usaha, yaitu Royaltama Multi Komoditi Nusantara (RMKN), dan Royaltama Mulia Kencana (RMUK). Dana ini ditujukan untuk pengadaan batu bara, modal kerja, dan belanja modal sehubungan ekspansi logistik (termasuk pembangunan train loading station dan upgrade jalan hauling), dan Kebutuhan modal kerja umum lainnya. 

Keberhasilan penawaran obligasi tersebut makin mempertegas posisi RMK Energy sebagai emiten yang memiliki daya tarik kuat di pasar modal, dan fundamental bisnis solid. (*)