EmitenNews.com - Singaraja Putra (SINI) mengantongi dana taktis Rp31,8 miliar. Itu diperoleh dari divestasi 54 persen saham Interkayu Nusantara (IKN). Saham IKN sebanyak itu, dilepas kepada Hendra Hasan Kustarjo.

Transaksi jual beli saham IKN telah dituntaskan pada 14 September 2026. Itu sebagaimana dituangkan dalam pada akta jual beli saham nomor 13 tertanggal 14 September 2026, dibuat antara perseroan sebagai penjual, dan Hendra Hasan Kustarjo sebagai pembeli.

Transaksi itu, tidak memenuhi kriteria sebagai transaksi material sebagaimana dimaksud dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha. Hendra sebagai pembeli bukan pihak afiliasi perseroan.

”Transaksi merupakan bagian dari langkah perseroan dalam melakukan penataan, dan optimalisasi portofolio investasi. Transaksi tidak berdampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan,” tegas Amir Antolis, Direktur Utama Singaraja Putra.

Menyusul penuntasan transaksi itu, saham emiten asuhan Happy Hapsoro tersebut melejit signifikan. Tepatnya, menjadi Rp13.750 per saham setelah melonjak 4,96 persen setara 650 poin. Dalam tempo sebbulan, saham SINI menguat 91,64 persen atau 6.575 poin dari edisi 18 Agustus 2026 di posisi Rp7.175.

Kalau dikalkulasi dalam 1 tahun terakhir, saham SINI telah melangit 388,10 persen atau 10.932 poin dari periode 15 September 2025 di kisaran Rp2.817. SINI dipersenjatai nilai kapitalisasi pasar Rp16,53 triliun, dan dibalut price earning rasio 15,82 kali. 

Incaran Prajogo

Sebelumnya, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) berambisi menjadi pengendali SINI. Emiten besutan Prajogo Pangestu itu, tidak puas hanya berposisi sebagai pemegang saham biasa meski telah mengempit 334,04 juta saham.

Penguasaan saham SINI setara 27,78 persen itu, dipegang CUAN melalui entitas usaha yaitu Kreasi Jasa Persada (KJP), dan Petrosea (PTRO). KJP menggenggam saham SINI 94,94 juta lembar alias 7,90 persen, dan PTRO mengemas 239,1 juta helai selevel dengan porsi kepemilikan 19,88 persen.

Oleh karena itu, menjadi pengendali, dan berkuasa penuh atas SINI, Direktur Utama CUAN Michael mengaku tengah bernegosiasi dengan pemegang saham SINI untuk menjadi pengendali utama perseroan. Pembicaraan fokus soalamekanisme, harga, dan waktu penuntasan transaksi.