Jadi Salah Satu Pemasok Batu Bara Terbesar PLN, Ini Kontribusi BUMI

Ilustrasi PT BUMI Resources Tbk. (BUMI). dok. Investor Daily.
EmitenNews.com - PT BUMI Resources Tbk. (BUMI) menjadi salah satu pemasok batu bara terbesar PLN. BUMI menyumbang seperenam porsi bahan bakar yang digunakan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai sumber energ. Dengan begitu, perseroan ini menjadi salah satu pemasok batu bara dengan volume terbanyak untuk pembangkit listrik Tanah Air.
"Batu bara masih berperan besar dalam ketersediaan suplai listrik dengan harga murah di Indonesia. BUMI memiliki kontribusi yang tidak sedikit, selaras dengan cakupan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara yang melampaui angka 25 persen," kata Direktur & Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava, Jumat (30/8/2028).
Saat ini, sebagian besar pembangkit listrik di dunia masih mengandalkan batu bara sebagai bahan bakar termurah, terutama di kawasan Asia. Begitu pula di Indonesia, produksi listrik dengan harga terjangkau masih memerlukan batu bara sebagai sumber energi utama.
Menurut Dileep Srivastava menyatakan melalui anak usahanya, secara total BUMI menyuplai batu bara sekitar 21 sampai 22 juta metrik ton untuk kebutuhan domestik pada 2023. Itu berarti sekitar 28 persen dari total produksi tahun tersebut yaitu 77,8 juta metrik ton.
Dengan begitu BUMI terhitung menyumbang sekitar 1/6 dari kebutuhan batu bara PLN dalam mencukupi listrik bagi negara. Dalam semester pertama tahun 2024, BUMI memproduksi batu bara sebesar 37,7 juta metrik ton, naik sebesar 7 persen dibanding tahun lalu sebesar 35,4 juta metrik ton.
BUMI memiliki anak perusahaan pertambangan batu bara, yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Provinsi Kalimantan Timur, PT Arutmin Indonesia (Arutmin) di Kalimantan Selatan, dan PT Pendopo Energi Batubara di Sumatera Selatan. ***
Related News

Mau Bebas Sanksi? Lapor SPT Pajak Hingga 11 April 2025

UMKM BRI Bawa Minyak Telon Lokal Tembus Pasar Internasional

Indonesia Siapkan Langkah Strategis Respons Tarif Resiprokal AS

PTPP Hadirkan Inovasi dan Keunikan Pembangunan Terowongan di Samarinda

Balas Indonesia dengan Tarif Impor 32 Persen, Ini Alasan Trump

Hadapi Aksi Trump, Ekonom Ini Sarankan RI Evaluasi Kebijakan Dagang