EmitenNews.com - Tidak ada kenaikan tarif listrik. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif tenaga listrik Triwulan II (April-Juni) 2026 tidak mengalami kenaikan untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Pemerintah menetapkan tarif listrik periode triwulan II tahun 2026 tetap. Penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri 2026, setelah dilakukan perhitungan terhadap berbagai parameter ekonomi makro," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara efisien dan bijak untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PT PLN (Persero), evaluasi penyesuaian tarif tenaga listrik bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan perubahan realisasi parameter ekonomi makro. 

Parameter itu meliputi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Harga Rata-Rata Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), inflasi, serta Harga Batubara Acuan (HBA).

Dalam menetapkan tarif triwulan II tahun 2026, parameter ekonomi makro yang digunakan adalah realisasi pada periode November 2025 hingga Januari 2026. Yaitu kurs Rp16.743,46 per dolar AS, ICP sebesar USD62,78 per barel, inflasi sebesar 0,22 persen, serta HBA sebesar USD70 per ton sesuai kebijakan DMO batu bara.

Dari perhitungan parameter tersebut, secara formula tarif tenaga listrik berpotensi mengalami perubahan. Namun untuk menjaga daya saing industri, daya beli masyarakat, serta stabilitas ekonomi nasional di tengah kondisi global, pemerintah memutuskan tarif listrik tidak berubah. Begitu pula untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi juga tidak mengalami perubahan.

Kementerian ESDM mendorong PT PLN terus menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, serta mengoptimalkan efisiensi operasional guna memastikan penyediaan tenaga listrik andal dan berkelanjutan.

ESDM menjamin keamanan pasokan setelah mengetahui besaran daya mampu pasok (DMP) nasional mencapai 51.967 Megawatt

Pasokan listrik seluruh wilayah Indonesia aman menjelang Lebaran 2026. Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung, mengemukakan hal itu saat mengecek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (16/3/2026).

"Jadi untuk pasokan ketenagalistrikan, kita melihat bagaimana persiapan PLTA Saguling secara keseluruhan. Pasokan untuk Lebaran ini aman," kata Yuliot.

ESDM menjamin keamanan pasokan setelah mengetahui besaran daya mampu pasok (DMP) nasional yang saat ini mencapai 51.967 Megawatt (MW) dengan beban puncak diproyeksikan 35.017 MW. Dari situ diketahui cadangan listrik nasional mencapai 16.950 MW atau 48,40 persen.

PLTA Saguling yang dikelola PT PLN Indonesia Power UBP Saguling memiliki kapasitas terpasang 4×175 MW. Pembangkit itu diproyeksikan dapat mendukung beban puncak sistem Jawa-Bali dan mengatur frekuensi sistem menggunakan load frequency control (LFC).

Kesiapan PLTA Saguling dilakukan jauh hari melalui perawatan rutin, sehingga risiko gangguan selama Ramadhan dan Idul Fitri dapat diminimalkan, memastikan operasi pembangkit stabil dan lancar.

"Dengan adanya Posko Nasional Sektor ESDM dan juga posko yang dilaksanakan di masing-masing unit, kesiapan energi bisa terkoneksi dan antisipatif terhadap gangguan," kata Yuliot Tanjung.

Posko dan koordinasi di setiap unit PLN menjamin pemantauan energi nasional terintegrasi sehingga memungkinkan tindakan cepat bila terjadi gangguan di jaringan atau pembangkit selama mudik dan Hari Raya.

PLN juga menyatakan menyiagakan 72.056 personel, 3.790 posko siaga, dan 437 posko mudik. Ribuan peralatan pendukung juga disiapkan, termasuk genset, gardu bergerak, UPS, kendaraan operasional, dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). ***