Jantra Grupo (KAKI) Bangkitkan e-IPO yang Hampir 2 Bulan Stagnan
:
0
Bengekel mobil milik KAKI
EmitenNews.com - Laman e-ipo hampir 3 bulan ini kosong dari calon emiten yang melakukan penawaran umum atau IPO. Hari ini Senin (24/2) PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAKI) akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebanyak 450 juta saham baru atau setara 21,68 persen dari modal.
Dalam laman e-ipo hari ini, Perusahaan bergerak dibidang usaha perawatan, perbaikan, dan perdagangan suku cadang serta aksesoris kaki-kaki kendaraan melakukan penawaran awal atau book building di kisaran harga Rp100-Rp120 per lembar yang dimulai hari ini tanggal 24-26 Februari 2025. Sehingga nilai IPO ini berkisar Rp45 miliar hingga Rp54 miliar.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi RHB Sekuritas (DR).
Rencanananya, 76,56 persen dana IPO untuk belanja moda. Misalnya membeli lahan di Bona Indah Rp20 miliar milik Mohamad Eibiel Sardjanto guna pembangunan bengkel baru dan Pembukaan 5 gerai bengkel baru.
Lalu, 7,01 persen dana IPO guna kegiatan operasiobal seperti pembelian persediaan suku cadang, sewa kendaraan operasional, dan pengembangan aplikasi.
Sisanya,16,5 persen dana IPO akan dipinjaman kepada anak usaha. Selanjutnya digunakan belanja modal dan kegiatan operasional.
KAKI dalam laporan keuangan audit periode berakhir 31 Agustus 2024 membukukan pendapatan Rp39,1 miliar selama 8 bulan tahun 2024. Adapun laba bersih senilai Rp7,33 miliar.
Jantra Grupo Indonesia mencatatkan modal disetor Rp40,64 miliar terdiri atas 162,58 juta lembar bernominal Rp25 per saham sesuai akta perseroan tertanggal 25 Maret 2024.
Adapun jadwal IPO
- Masa Penawaran Awal : 24 - 26 Februari 2025
- Perkiraan Tanggal Efektif : 28 Februari 2025
- Perkiraan Masa Penawaran Umum : 4 – 6 Maret 2025
- Perkiraan Tanggal Penjatahan : 6 Maret 2025
- Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 7 Maret 2025
- Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham pada Bursa Efek Indonesia : 10 Maret 2025
Perlu diketahui laman e-IPO di keterbukaan Informasi BEI sudah hampir 3 bulan terakhir ini tidak nampak calon emiten untuk menawarkan sahamnya (IPO).Terakhir laman e-ipo tersebut mengumumkan pencatatan saham pada akhir Desember 2024.
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





