NAIK Perluas Usaha, Masuk Konstruksi Gedung hingga Migas
Alat proteksi kebakaran milik PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk. (NAIK). FOTO: ISTIMEWA.
EmitenNews.com - PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk. (NAIK) menyetujui penambahan lini usaha baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Senin, 8 Desember 2025. Emiten yang bergerak di perdagangan dan jasa sistem proteksi kebakaran ini resmi memperluas lini bisnis ke sektor konstruksi gedung dan bangunan sipil.
Direktur Keuangan sekaligus Corporate Secretary NAIK, Yana Maryamah dalam keterbukaan informasi dikutip Minggu (14/12) menyampaikan bahwa RUPSLB secara kuorum menyetujui penambahan kegiatan usaha utama Perseroan, meliputi KBLI 41012 (Konstruksi Gedung Perkantoran), KBLI 41013 (Konstruksi Gedung Industri), KBLI 41015 (Konstruksi Gedung Kesehatan), KBLI 41019 (Konstruksi Gedung Lainnya), serta KBLI 42101 (Konstruksi Bangunan Sipil Jalan).
Selain itu, Perseroan dalam keterangan Yana juga menambahkan kegiatan usaha di bidang KBLI 42202 (Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih), KBLI 42915 (Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi), KBLI 42916 (Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan), KBLI 42917 (Konstruksi Bangunan Sipil Panas Bumi), KBLI 42919 (Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya YTDL), serta KBLI 42923 (Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi, dan Industri Lainnya).
RUPSLB juga menyetujui penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan melalui KBLI 43905 (Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator). Penambahan kegiatan usaha ini diungkap Yana akan membuka peluang proyek baru sekaligus memperluas basis pendapatan Perseroan ke sektor konstruksi dan infrastruktur. (*)
Related News
Perkuat Kolaborasi, Semen Indonesia (SMGR) Buka Bisnis Infrastruktur
Folago Global Nusantara (IRSX) Bakal Right Issue Rp3,71 Triliun
BRPT Alihkan 81,28 Persen Saham Treasuri, Sisa 36,48 Juta Lembar
MPMX Rampungkan Penghapusan 94,24 Persen Total Saham Treasuri
Pasar Melambat, SMGR Perkuat Strategi Semen Hijau
Gelontorkan Dana Rp21,45 Miliar, JRPT Ungkap Hasil Buy Back Terbaru





