Jebol 6.000 IHSG Hadapi Situasi Kritis, Waspada Volatilitas Tinggi!
:
0
Riwayat IHSG kala menyentuh All-Time Low (ATL) di 5.342 pada penutupan perdagangan (8/6/2026). Foto: EmitenNews/Akhmad Jiharka.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih dibayangi volatilitas tinggi pada perdagangan Selasa (13/10/2026), meski peluang technical rebound terbatas mulai terbuka.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta, menilai IHSG sejatinya sudah memasuki fase limited downside. Saat ini pergerakan indeks berada pada bagian dari wave (X) dengan support terkritis di level 5.851.
“Secara teknikal, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, namun RSI masih menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume,” ujar Nafan dalam risetnya, Selasa (13/10).
Untuk perdagangan Selasa, Nafan mematok level support di 5.851 dan 5.647, dengan resistance di 6.016 dan 6.180.
Seperti diketahui, pada Senin (12/10) IHSG jebol hingga 2,59% ke level 5.936,147 dan kembali berada di bawah level psikologis 6.000.
Di tengah koreksi tersebut, investor asing justru membukukan net buy Rp81,10 miliar di pasar reguler. Namun, nilai tersebut relatif kecil dibanding total transaksi sehingga belum cukup kuat menjadi konfirmasi pembalikan tren.
Nafan menilai tekanan utama masih dipicu aksi lepas portofolio pada saham-saham grup konglomerasi besar di BEI seiring merebaknya spekulasi pasar terkait rumor penyesuaian bobot (rebalancing) atau sanksi dari indeks MSCI.
“Kekhawatiran terhadap klasifikasi pasar Indonesia dan transparansi investabilitas saham berpotensi membuat pelaku investor lebih berhati-hati,” katanya.
Sentimen negatif juga diperparah depresiasi rupiah yang masih tertahan 0,08% di kisaran Rp17.913 per dolar AS akibat penguatan Indeks Dolar AS (DXY).
Dari eksternal, pelaku investor global cenderung berhati-hati di tengah dimulainya musim rilis laporan keuangan kuartal III-2026 dan penantian data inflasi AS. Pergerakan bursa AS yang bervariasi menunjukkan pasar belum yakin mendorong reli merata karena masih mempertimbangkan prospek laba korporasi, tekanan inflasi, harga energi, dan arah kebijakan The Fed.
Related News
IHSG Jebol ke 5.874 Pagi Ini! Saham Big Banks Kompak Merah
IHSG Pagi Dibuka Kembali Tertekan 0,73%, Lanjutkan Kejatuhan Kemarin
Aksi Jual Asing Reda, IHSG Siap Rebound
IHSG Rawan Koreksi, Pantau Saham-Saham Berikut!
IHSG Terus Tertekan, Pelaku Pasar Khawatirkan ini
Nama Konglo di Daftar Saham HSC Baru, Ada Emiten Dato Sri Tahir





