Jelang Delisting, Mantan Dirut Telkom Mundur dari Indointernet (EDGE)
Rinaldi Firmansyah selaku Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Indointernet Tbk (EDGE) mengundurkan diri
EmitenNews.com - PT Indointernet Tbk (EDGE) menyatakan bahwa Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Rinaldi Firmansyah selaku Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Rinaldi Firmansyah merupakan mantan Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk periode 2007-2012.
Selain itu, Perseroan juga menerima pengunduran diri Stephen Duffus Weiss selaku Komisaris, pada tanggal yang sama dengan Rinaldi Firmansyah serta Jonathan Jiang Chou, Komisaris Perseroan juga telah menyampaikan pengunduran diri keesokan harinya yaitu pada 23 Maret 2026.
Pemberitahuan tersebut disampaikan Donauly Elena Situmorang, Corporate Secretary EDGE dalam keterbukaan informasi, Kamis (26/3/2026). Lebih lanjut, Donauly mengatakan bahwa sebelumnya, Jonathan Jiang Chou, Komisaris Perseroan juga telah menyampaikan pengunduran diri pada 23 Maret 2026.
"Perseroan akan mematuhi ketentuan yang diatur dalam POJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik," ujar Donauly.
Dikutip dari informasi resmi Indointernet, selain di Perseroan, Rinaldi Firmansyah saat ini juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sejak 2020.
Ia juga memegang beberapa jabatan lain secara bersamaan, antara lain sebagai Komisaris di PT Indonesia Infrastructure Finance, Komisaris di PT Bluebird Tbk, serta Presiden Komisaris di PT Pinnacle Persada Investama. Selain itu, sejak tahun 2018, ia juga aktif sebagai dosen di IPMI International Business School.
Rinaldi meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan pendidikan Magister Administrasi Bisnis (MBA) di IPMI International Business School. Ia juga menempuh program Chartered Financial Analyst (CFA) di AIMR, Charlottesville, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Doktor Manajemen (Dr) dari Universitas Padjadjaran, Bandung.
Kariernya dimulai pada tahun 1985 di Schlumberger Wireline Overseas, North Sea, Skotlandia, sebagai Field Engineer. Pada tahun 1986, ia bergabung dengan PT Dian Graha Elektrika sebagai Project Site Manager dan Commissioning Engineer.
Kemudian, ia berkarier di Citibank Corporate Banking Division sebagai Trade Finance and Transaction Banking Manager dari 1988 hingga 1991.
Selanjutnya, ia menjabat sebagai Vice President Finance di PT Tirtamas Comexindo (1991–1997). Dari 1997 hingga 2004, Rinaldi bergabung dengan PT Bahana Securities, menjabat berturut-turut sebagai Direktur, kemudian Presiden Direktur, dan akhirnya Wakil Komisaris Utama.
Pada tahun 2003, ia juga menjabat secara bersamaan sebagai Komisaris merangkap Ketua Komite Audit di PT Semen Padang hingga 2004.
Kemudian, ia bergabung dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sebagai Direktur Keuangan dan Presiden Direktur dari 2004 hingga 2012. Pada tahun 2013, ia menjabat sebagai Ketua di PT PLN Batam hingga 2016, serta menjabat sebagai Komisaris di PT Elnusa (2014–2018) dan Komisaris di PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (2015–2019). Dari 2016 hingga 2018, Rinaldi juga menjadi anggota Dewan Penasihat di Daestrum Capital.
PT Indointernet Tbk telah melayangkan rencana penghapusan pencatatan saham (voluntary delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI), meski baru sekitar lima tahun melantai di Bursa. Langkah tersebut ditandai dengan penguncian sementara (suspensi) perdagangan saham EDGE yang berlaku efektif mulai Selasa (10/2/2026).
EDGE melantai di BEI pada 8 Februari 2021. Tepat lima tahun berjalan, hingga Februari 2026, porsi saham publik EDGE tercatat berada di kisaran 7,9% atau setara 159.598.500 saham. Pada harga terakhir sebelum suspensi di level Rp4.790 per saham, nilai saham publik tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp764 miliar.
RUPSLB Independen untuk menyetujui Rencana Go Private dan Delisting Perseroan dijadwalkan pada Rabu 22 April 2026
Dalam hal Rencana Go Private dan Delisting disetujui oleh RUPSLB Independen, penawaran untuk membeli saham yang dimiliki oleh para Pemegang Saham Publik akan dilakukan melalui Penawaran Tender Sukarela oleh Digital Edge (Hong Kong) Ltd (DE).
Harga Penawaran sebagaimana dimaksud akan menggunakan formula yang ditetapkan dalam Pasal 36 POJK No. 45/2024, di mana Harga Penawaran akan lebih tinggi dari harga rata-rata tertinggi perdagangan harian di BEI dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPSLB Independen untuk perubahan status Perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup yang dilakukan pada tanggal 16 Maret 2026
Related News
Jaga Penjualan PC dan Notebook Tetap Solid, Laba MTDL Naik 10 Persen
Kakak Tertua Diusung Kembali Jadi CEO SIDO, Transisi Gen Ke-4 Dimulai!
Turnaround Kinerja TPIA, Balikkan Rugi Jadi Laba di 2025
BCAP Cetak Laba Rp278 Miliar Pada 2025, Pendapatan Naik 16,2 Persen
Grup Pelindo (IPCC) Toreh Laba Rp256M, Tertinggi Sepanjang Sejarah!
OMED Catat Pertumbuhan Penjualan di 2025, Laba Bersih Naik 13,9 Persen





