Jelang Jatuh Tempo Obligasi, BWPT Kunci Pembayaran Rp23,9 Miliar
:
0
Perkebunan sawit PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)
EmitenNews.com - PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) memastikan kesiapan dana untuk pelunasan pokok Obligasi I Tahap II Seri A yang akan jatuh tempo pada 6 Maret 2026 sebesar Rp23,92 miliar.
Direktur Utama BWPT Henderi menyatakan, dana pelunasan pokok beserta pembayaran bunga obligasi akan disetorkan ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami memastikan seluruh kewajiban pembayaran pokok dan bunga obligasi jatuh tempo dipenuhi sesuai ketentuan,” ujar Henderi dalam keterbukaan informasi, Rabu, (11/2/2026).
Sebagai bagian dari pengelolaan pendanaan, sebelumnya BWPT juga telah menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi I Tahap III Tahun 2025 dengan nilai maksimal Rp210 miliar.
Dari jumlah tersebut, obligasi dengan penjaminan kesanggupan penuh mencapai Rp171,92 miliar, yang terbagi dalam Seri A senilai Rp46,91 miliar berbunga 9,75% berjangka waktu 370 hari, serta Seri B sebesar Rp125,01 miliar dengan bunga 11% berjangka waktu tiga tahun. Sisa obligasi Rp38,08 miliar dijamin dengan kesanggupan terbaik.
Selain obligasi, BWPT juga menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 dengan target dana maksimal Rp290 miliar. Sukuk yang dijamin kesanggupan penuh mencapai Rp267,08 miliar, terdiri dari Seri A sebesar Rp165,70 miliar dengan indikasi bagi hasil setara 9,75% berjangka 370 hari dan Seri B senilai Rp101,38 miliar dengan indikasi bagi hasil setara 11% berjangka tiga tahun. Sisanya Rp22,93 miliar dijamin dengan kesanggupan terbaik.
Atas instrumen pendanaan tersebut, Pefindo memberikan peringkat idA- untuk obligasi dan idA-(Sy) untuk sukuk, mencerminkan kemampuan Perseroan yang kuat dalam memenuhi kewajiban keuangannya.
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





