Jelang Jatuh Tempo Obligasi, IIF Bidik Rp2 Triliun dari Utang Baru
:
0
PT Indonesia Infrastructure Finance menargetkan penerbitan obligasi baru hingga sebesar Rp2,0 triliun pada akhir November 2026. (Ilustrasi Foto: PWC)
EmitenNews.com - PT Indonesia Infrastructure Finance menargetkan penerbitan obligasi baru hingga sebesar Rp2,0 triliun pada akhir November 2026. Aksi korporasi ini disiapkan menjelang jatuh tempo Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2023 Seri B senilai Rp245,1 miliar pada 22 Desember 2026.
Berdasarkan laporan Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) pada Selasa (22/9), penerbitan instrumen baru tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan likuiditas perusahaan.
Selain rencana emisi surat utang, IIF juga mengandalkan dana internal yang melimpah untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang berperingkat idAAA tersebut.
Pefindo mengungkapkan posisi pendanaan perusahaan pembiayaan infrastruktur ini berada dalam kondisi sangat aman.
"IIF berencana melunasi obligasi yang akan jatuh tempo tersebut menggunakan dana internal yang didukung oleh kas dan setara kas sebesar Rp1,2 triliun serta fasilitas kredit perbankan yang masih tersedia (undrawn banking credit facilities) sebesar Rp2,7 triliun per 30 Juni 2026," tulis Pefindo dalam laporan resminya pada Selasa (22/9).
Kombinasi antara likuiditas internal, komitmen fasilitas kredit perbankan, dan emisi obligasi baru memberikan fleksibilitas keuangan yang memadai bagi IIF. Langkah ini memastikannya sanggup memenuhi kebutuhan pendanaan ekspansi sekaligus melunasi kewajiban utang jatuh tempo.
Rencana emisi obligasi baru senilai Rp2,0 triliun ini menjadi salah satu penawaran surat utang yang dinantikan oleh para pelaku pasar modal di Indonesia. Sebagai lembaga keuangan yang membiayai berbagai proyek strategis nasional, langkah IIF menerbitkan utang baru dapat menggairahkan transaksi obligasi korporasi di pasar domestik menjelang penutupan tahun.(*)
Related News
Dibuka Labil, IHSG Kembali ke Zona Merah usai Sempat Menguat ke 6.321
IHSG Tertekan, Investor Jual Masif BYAN
BI Rate Tetap, Saham ini Layak Koleksi
Rayu Investor Bangun Data Center, Bahlil Tawarkan Ini
Menkeu Minta Bea Cukai Amankan Pasar dari Gempuran Impor
Malam Puncak Acara EmitenNews Awards 2026, Ini Jawara yang Dicari





