Jumbo, Agpa Tender Wajib Saham AGRO Rp7.903 per Lembar
Transformasi logo Sampoerna Agro menjadi Prime Agri Resources. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Agpa Pte Ltd menyiapkan dana taktis senilai Rp4,93 triliun. Dana jumbo disiagakan entitas Posco International Corporation untuk tender wajib alias mandatory tender offer (MTO) saham Prime Agri Resources (SGRO). Tender wajib mulai 21 Januari hingga 19 Februari 2026.
Tender offer menyasar maksimal 623.326.800 helai alias 623,32 juta saham publik. Penyerapan saham setara 34,275 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan, dibalut dengan harga pelaksanaan Rp7.903 per lembar.
Pembentukan harga tersebut ditentukan berdasar pada harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 90 hari kalender sebelum 20 November 2025.
Pada 19 November 2025, Agpa telah mengambil alih secara langsung 1,19 miliar saham Prime Agri dari Twinwood Family Holdings Limited atau mewakili sekitar 65,721 persen dari modal ditempatkan, dan disetor perusahaan terbuka yang diambil alih. Menyusul transaksi itu, Agpa akan melakukan sejumlah langkah strategis.
Agpa berencana untuk tetap melakukan kegiatan operasional sesuai dengan kegiatan usaha Prime Agri. Agpa berencana mempertahankan, dan mengembangkan lini usaha perseroan sesuai strategi usaha dan dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk menciptakan sinergi antara Prime Agri dengan grup Posco.
Agpa tidak berencana mengusulkan pengajuan delisting Prime Agri dari Bursa Efek Indonesia (BEI) kecuali setelah pelaksanaan penawaran tender wajib, Prime Agri tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai perusahaan tercatat, Agpa tidak berencana untuk mengusulkan likuidasi dan/atau pembubaran Prime Agri, dan Agpa tidak berencana mengubah status Prime Agri dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup kecuali setelah pelaksanaan penawaran tender wajib, Prime Agri tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai perusahaan terbuka.
Sepanjang perdagangan kemarin, saham Prime Agri menguat 75 poin alias 0,98 persen menjadi Rp7.700 per helai. Sepanjang enam bulan terakhir, emiten mantan besutan Sampoerna Group tersebut meroket 4.920 poin alias 176,98 persen dari edisi 21 Juli 2025 di posisi Rp2.780 per lembar. (*)
Related News
Bursa Gembok Rombongan RLCO, Kapan Estimasi Dibuka?
Private Placement Beres, FOLK Dulang Rp56,99 Miliar
SMAR Godok Surat Utang Rp1,2 Triliun, Intip Besaran Bunganya
Negosiasi Alot, Saham BLUE Terus Meroket
BEI Sorot Aset Meikarta, Ini Penjelasan Lippo Group (LPCK)
Senyap! Djoni Divestasi 12,34 Persen Saham MENN





