EmitenNews.com - PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau Bank BWS melihat awal tahun 2026 sebagai periode yang berpotensi mendorong aktivitas transaksi di sektor properti, seiring momentum perayaan Imlek dan Ramadan yang secara historis kerap meningkatkan konsumsi serta minat investasi masyarakat.

Dalam periode tersebut, perbankan dinilai memiliki peluang untuk mendorong penyaluran pembiayaan properti secara selektif dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.

Sejalan dengan hal tersebut, SDRA menjalin kerja sama dengan Sinar Mas Land melalui program pemasaran bertajuk “Ketupat Hoki” yang berlangsung pada 14 Februari hingga 22 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang berminat memiliki hunian di sejumlah proyek properti yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land.

Melalui program tersebut, SDRA menyediakan fasilitas Kredit Pemilikan Hunian (KPH) dengan skema pembiayaan yang dirancang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah serta kondisi pasar. Program ini juga dilengkapi sejumlah penawaran promosi dari pihak pengembang, termasuk potongan harga dan kemudahan skema pembayaran.

Analis dari Phillip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah, menilai momentum musiman seperti Imlek dan Ramadan memang kerap memberikan dorongan terhadap minat pembelian properti, khususnya pada segmen rumah tapak dan hunian di kawasan berkembang.

“Pada periode awal tahun, khususnya menjelang perayaan besar, konsumen cenderung lebih optimistis dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang seperti pembelian rumah,” ujarnya.

Menurut Edo, kolaborasi antara perbankan dan pengembang juga dapat membantu menjaga kualitas pembiayaan properti yang disalurkan.

“Sinergi antara perbankan dan pengembang besar memungkinkan proses seleksi proyek dan debitur berjalan lebih terukur. Dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, ekspansi kredit properti masih memiliki ruang tumbuh pada 2026,” kata dia.

Langkah Bank Woori Saudara dalam memanfaatkan momentum musiman tersebut mencerminkan strategi perbankan untuk tetap menangkap peluang pertumbuhan kredit properti di tengah dinamika pasar, sekaligus menjaga kualitas portofolio pembiayaan secara berkelanjutan.