Kabar Gembira, Segar Kumala (BUAH) akan Bagikan Dividen Rp10 Per Saham
:
0
Ilustrasi PT Segar Kumala Indonesia Tbk. (BUAH). Dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - PT Segar Kumala Indonesia Tbk. (BUAH) menyampaikan kabar gembira. Emiten distributor buah-buahan segar itu, membagikan dividen interim untuk tahun buku 2026.
Dalam keterangan tertulisnya Kamis (8/10/2026), Manajemen BUAH menuturkan bahwa pembagian dividen ini sesuai keputusan Direksi yang telah disetujui Dewan Komisaris pada 6 Oktober 2026 yaitu sebesar Rp20 miliar atau Rp10 per saham.
Manajemen melaporkan Cum dan Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi akan dilakukan pada 16 Oktober dan 19 Oktober 2026. Sedangkan Cum dan Ex Dividen di Pasar Tunai pada 20 Oktober dan 21 Oktober 2026.
Daftar Pemegang Saham yang berhak pada tanggal 20 Oktober 2026 (recording date) dan pembayaran dividen jatuh pada tanggal 6 November 2026.
BUAH Catat Penjualan Neto Rp1,82 Triliun
Sebelumnya Segar Kumala Buah (BUAH) mencatat penjualan neto Rp1,82 triliun hingga 30 Juni 2026. Terjadi kenaikan dari Rp1,43 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Selasa (28/7/2026) menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp1,70 triliun dari Rp1,33 triliun dan laba bruto naik menjadi Rp117,94 miliar dari Rp105,86 miliar.
Sayangnya, laba usaha turun menjadi Rp27,72 miliar dari Rp28,68 miliar salah satunya karena kenaikan beban umum dan administrasi menjadi Rp74,88 miliar dari Rp63,28 miliar.
Untuk laba sebelum pajak tercatat Rp28,64 miliar turun tipis dari Rp28,85 miliar. Laba tahun berjalan naik tipis menjadi Rp21,79 miliar dari Rp21,66 miliar tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah liabilitas naik menjadi Rp353,06 miliar hingga 30 Juni 2026 dari Rp288,57 miliar hingga 31 Desember 2025.
Related News
Siap Dana Investasi, Dipastikan Tak ada Dividen Danantara Untuk APBN
Daya Beli Kelas Menengah Melemah, Apindo Ungkap Biang Keroknya
Rupiah Melemah 28 Poin ke Rp17.915, Besok Rawan ke Rp17.950
Tertekan Dolar AS, Rupiah Kamis (8/10) Ditutup Melemah
Ikuti Pelemahan Harga Emas Dunia, Antam Turun Rp15.000
Pangkas Hambatan Politis Swasta Jadi Fokus Wamenko Dradjad





