Kacau, IHSG Dibuka Menjunam Dekati 4 Persen ke 5.300!
:
0
Main Hall perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbanting anjlok 3,84% atau 214,574 poin menuju level 5.380,191 pada pembukaan perdagangan Senin, 8 Juni 2026 pukul 09.01 WIB.
Tekanan jual mendominasi dengan 480 saham melemah, hanya 68 saham menguat, dan 130 saham stagnan. IHSG dibuka di 5.486,311, sempat ke level tertinggi 5.490,111, lalu ambles ke titik terendah 5.374,630. Nilai transaksi tercatat Rp1,034 triliun dengan volume 1,433 miliar saham. Kapitalisasi pasar tersisa Rp9.462,257 triliun.
"Pada perdagangan Jumat, investor asing mencatatkan net sell sekitar IDR3,7 triliun di pasar reguler, dengan tekanan besar di saham perbankan utama seperti BBCA, BMRI, dan BBRI," tulis Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto pada Senin (8/6).
Rully menambahkan rupiah yang masih di atas 18.000 per dolar AS mempertebal risk premium aset rupiah. Dari global, S&P500 terkoreksi 2,6% dan Nasdaq jatuh 4,2% akibat aksi jual saham chip dan teknologi. "Koreksi tajam di ekuitas global ini memperkuat pola risk-off lintas aset, membuat ruang relief rally jangka pendek di pasar Indonesia semakin terbatas," tegasnya.
Proyeksi IHSG turut dipaparkan Senior Analyst Mirae Asset, Muhammad Nafan Aji bahwa Jakarta Composite Index (JCI) Extremely oversold despite a downtrend.
Support: 5.491 dan 5.390
Resistance: 5.733 dan 5.839
Saham Big Capitalization Jadi Pemberat Utama
Berdasarkan pantauan pasar, saham berkapitalisasi besar kompak memerah dan jadi pemberat indeks:
1. Bank Central Asia Tbk. (BBCA): Rp4.920, turun Rp155 atau -3,05%
Related News
Antusias Turun, Kontestan IPO di Bulan Juni Sisa Segini
Permintaan Saham SpaceX Jelang IPO Oversubscribed Dua Kali Lipat
IHSG Kembali Diskon 8,69 Persen, Kapan Saatnya Average Down?
Peluang Rebound IHSG Masih Ada? Ini Prediksi Analis
Seirama Wall Street, IHSG Tertekan
Rontoknya Saham Semikonduktor AS Berimbas ke Korea, Kospi Anjlok 8,37%





