Kantongi Laba Bersih di Q2, Analis Ini Nilai GOTO Lampaui Ekspektasi
:
0
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - Pelaku pasar mengapresiasi keberhasilan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menorehkan laba bersih dua kuartal beruntun. Pencapaian ini dinilai melampaui perkiraan.
Kita tahu, pascamengantongi laba bersih Rp171 miliar di kuartal I-2026, perusahaan induk Gojek dan Gopay ini mencatatkan laba bersih Rp252 miliar di kuartal II-2026. Laba bersih GOTO naik 47% secara kuartalan.
Dalam sebuah catatannya, BNI Sekuritas mengungkapkan GOTO berhasil mempertahankan momentum kinerja operasional yang solid pada kuartal II-2026. Ituditandai dengan pertumbuhan nilai transaksi bruto atau GTV sebesar 78% YoY mencapai Rp272 triliun.
Pencapaian ini ditopang oleh kinerja segmen fintech yang tumbuh pesat sebesar 81% dibanding tahun sebelumnya, saat bisnis ODS tetap solid dengan pertumbuhan yang moderat 2%.
Selain itu, BNI Sekuritas juga menyoroti pendapatan bersih GOTO yang tercatat tumbuh 31% lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan imbalan jasa e-commerce Tokopedia sebesar 32%, terlepas dari penurunan take rate grup yang juga disertai dengan peningkatan kontribusi dari segmen fintech.
BNI Sekuritas juga menyoroti penurunan target kinerja EBITDA yang disesuaikan lini On-demand Services (ODS) sebesar Rp300 miliar sejalan dengan penerapan komisi baru 8%.
Namun, GOTO dinilai tetap berupaya mendorong pertumbuhan di lini bisnis ODS atau yang lebih dikenal Gojek ini lewat strategi mass market yang menunjukkan kinerja positif pada tahap piloting tanpa bergantung pada program promosi besar-besaran.
Satu hal, pandangan positif lain juga datang dari broker asal Korea Selatan, Kiwoom Sekuritas. Dalam sebuah catatan yang ditulis oleh analisnya, Abdul Azis, seperti dikutip Jumat (31/7/2026), kinerja GOTO di kuartal kedua 2026 sebagai wujud eksekusi strategi yang kembali solid.
Menurut Abdul Azis, kinerja yang kuat tercermin dari perolehan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, pertumbuhan pendapatan yang kian kencang, serta lonjakan profitabilitas signifikan.
Kejutan positif terbesar datang dari lini bisnis Fintech yang terus melesat hingga kini resmi menjadi penyumbang EBITDA terbesar dan membuktikan peningkatan monetisasi dan kemampuan ekspansi (scalability) yang kian matang dari ekosistem GOTO.
Related News
Terus Ciptakan Nilai Tambah, SBMA Perkuat Transformasi Keberlanjutan
Akselerasi Transformasi TLKM 30, Raih Pendapatan Konsolidasi Rp75,9T
Ditengah Tekanan Eksternal, IPCM Bukukan Pendapatan Rp729,68 Miliar
AMRT Cuan Rp2,03 Triliun, Gencar Ekspansi Gerai dan Royal Bagi Dividen
Didukung Prospek Infrastruktur Digital, Fundamental BACH Lebih Menarik
ANTM Genjot Produksi, Penjualan Seluruh Komoditas Kompak Tumbuh





