Kapok Rugi, Simak Ini Strategi Jitu Cashlez Indonesia (CASH) Genjot Pendapatan
:
0
EmitenNews.com - PT Cashlez Indonesia (CASH) bertekad mendongkrak pendapatan. Itu dilakukan dengan meningkatkan akuisisi merchant. Menjalin kerja sama dengan sejumlah BPR & literasi digital komunitas UMKM.
Cashlez sepertinya tidak ingin mengulang kinerja kurang apik semester pertama 2022. Di mana, paruh pertama 2022 total aset turun empat persen menjadi Rp148 miliar. Lalu, pendapatan turun 27 persen ke Rp42,9 miliar, dan rugi bersih menanjak 106 persen menjadi Rp9,6 miliar.
Rasio laba kotor paruh pertama 2022 turun 4 persen menjadi 26 persen dari edisi sama tahun lalu 30 persen. Perseroan juga membukukan penurunan pendapatan dari segmen penjualan perangkat, jasa instalasi, dan jasa layanan penyedia jasa pembayaran.
Koreksi itu, dilatari penurunan transaksi merchant tersebab pandemi Covid-19. ”Efeknya, pendapatan mengalami penurunan,” tulis Irianto Kusumadjaja, Presiden Direktur Cashlez Indonesia.
Oleh karena itu, saat ini perseroan fokus memperkuat pondasi bisnis modal dalam meningkatkan transaksi merchant, memenuhi permintaan merchant untuk meningkatkan teknologi, dan figur baru dalam bertransaksi. Selain itu, perseroan juga terus melakukan akuisisi merchant berbagai segmen, dan lokasi luar Jabodetabek.
Tindakan itu, dilakukan untuk memperlebar jangkauan pengguna produk sehingga akan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja bisnis di masa mendatang. ”Saat ini, perseroan mulai aktif menjalin kerja sama dengan pihak lain dalam menggenjot jumlah merchant maupun transaksi pembayaran,” ulas Irianto.
Manajemen baru juga fokus mengembangkan strategi pada pengembangan bisnis secara organik, dan anorganik. Secara organik, perseroan terus melakukan pendekatan kepada bank, menjalin kerja sama dengan P2P, POS, online kredit, dan platform pembayaran lainnya. Memaksimalkan seller pada media sosial.
Sedang untuk pertumbuhan anorganik, perseroan diharap memperoleh peluang baru bidang aggregator service maupun e-money. ”Sejumlah tindakan itu diharap akan mengawal, dan menjaga keberlangsungan bisnis di masa mendatang,” harap Irianto. (*)
Related News
Pendapatan PYFA 9M-2026 Naik Dua Digit Jadi Rp2,4T, Rugi Menyusut
IPO ANDA Dibeking Henan (HP), Underwriter yang Terjerat Kasus IPO CUAN
Entitas Gaet Proyek Agrinas, INPS Private Placement Rp125 Miliar
Dua Emiten Mau Rights Issue Digelandang Masuk Papan FCA, Ada Apa?
Emiten Unggas (AYAM) Berbalik Laba, Kantongi Rp17,58 Miliar di Q3 2026
Rapor KIJA hingga September 2026, Catat Pendapatan Tumbuh 16%





