BNGA Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Catat Jadwalnya
:
0
Sejumlah nasabah memanfaatkan digital lounge CIMB Niaga untuk keperluan transaksi. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bank CIMB Niaga (BNGA) bakal menggulirkan dividen Rp4,06 triliun. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 60 persen dari laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp6,77 triliun. Dengan hasil itu, para investor akan mendapat suntikan dividen tunai Rp161,77 per lembar.
Kalau berdasar penutupan perdagangan saham perseroan edisi Jumat, 17 April 2026, di level Rp1.855, makan dividen yield BNGA berada di kisaran 8,72 persen. Selanjutnya, sisa laba bersih 40 persen setara Rp2,71 triliun dicatat sebagai laba ditahan untuk membiayai kegiatan usaha.
Rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2025 itu, berdasar hasil RUPS Tahunan pada 17 April 2026 dengan jadwal sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 27 April 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 28 April 2026. Cum dividen pasar tunai pada 29 April 2026.
Ex dividen pasar tunai pada 30 April 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 29 April 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen pada 13 Mei 2026. Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, BNGA mencatat laba bersih Rp6,87 triliun.
Jumlah ekuitas terkumpul senilai Rp58,16 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun 2024 sebesar Rp53,19 triliun. Total liabilitas tercatat Rp314,54 triliun, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp307,02 triliun. Jumlah aset Rp372,69 triliun, melonjak dari akhir tahun sebelumnya Rp360,22 triliun. Saldo laba ditahan Rp2,8 triliun. (*)
Related News
Perdana, ANTM Sodorkan Produk Edisi Kemerdekaan 2026
Usai Berstatus HSC, BEI Pelototi Sejumlah Proyek BKDP, Mangkrak?
Tambah Porsi Senilai Rp42,77M, Budi Delta Kini Kuasai 37,65 Saham BUDI
Semester I Laba Bersih TUGU Tembus Rp480 Miliar, ini Penopangnya
XLSMART (EXCL) Bayar Kupon Obligasi dan Sukuk Ijarah, Total Rp3,07M
Kuasai 25,60% Saham, Bumi Arsana Umumkan Bukan Pengendali Baru OKAS





