EmitenNews.com - Guna Timur Raya (TRUK) bebas dari jeratan full-periode Call Auction (FCA). Kondisi itu, membuat saham emiten asuhan Gabriel Rey dan Andry Hakim itu, melanjutkan auto rejection atas (ARA). Dengan demikian, saham TRUK melakoni 8 kali ARA beruntun sejak keluar suspensi pada 16 September 2026.

Pada perdagangan kali ini, saham TRUK melambung 510 poin alias 24,64 persen menjadi Rp2.580 per eksemplar. Dengan demikian, sepanjang enam bulan terakhir, saham TRUK telah meroket 900 persen atau 2.322 poin dari edisi 25 Maret 2025 di level Rp258.

Satu tahun terakhir, saham TRUK melejit 578,95 persen atau 2.200 poin dari periode 30 September 2025 di posisi Rp380. Sepanjang 52 Minggu terakhir, saham TRUK pernah menerjang level tertinggi Rp2.580, terendah Rp189, dan diperkuat kapitalisasi Rp1,12 triliun.

Gerak liar saham TRUK tidak lepas dari kehadiran duo raja kripto lokal. Yaitu, Gabriel Rey dan Andry Hakim mengakuisisi 20 persen saham TRUK milik Batur Dharma Anugerah Surya. Rinciannya, Gabriel Rey menyapu 15 persen atau 65,25 juta saham TRUK senilai Rp27,92 miliar. CEO TRIV itu, menyerok saham TRUK melalui Pukul Rata Kanan (PRK) dengan harga Rp428 per helai.

Saat bersamaan, membeli 21,75 juta lembar setara 5 persen saham TRUK senilai Rp9,3 miliar. Andry Hakim membeli saham TRUK via Hakimson Growth Capital. Eksekusi 87 juta saham TRUK dari Capture Dharma oleh Gabriel Rey dan Andry Hakim telah dipatenkan pada 18 September 2026.

”Akuisisi ini bukan sekadar investasi. Kami masuk untuk membawa strategi baru, memperkuat arah korporasi, dan membuka babak baru bagi TRUK. Fokus kami jelas, mendorong transformasi bisnis, mengoptimalkan potensi perusahaan, dan membangun pertumbuhan lebih kuat ke depan,” tegas Gabriel Rey. (*)