Kasus Gangguan Layanan Bank DKI, Bareskrim Siap Tuntaskan Penyelidikan
:
0
Ilustrasi Bank DKI. Dok. Siaran Pers. Bank DKI.
EmitenNews.com - Bareskrim Polri tengah menuntaskan penyelidikan kasus gangguan server atau layanan Bank DKI yang terjadi beberapa waktu lalu. Laporan tersebut dilayangkan pihak bank milik Pemprov DKI Jakarta itu, atas perintah Gubernur Pramono Anung Wibowo. Penyidik masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk proses pendalaman kasus, yang berbuntut pemberhentian direktur IT Bank DKI itu.
"Bareskrim Polri telah menerima laporan dari pihak Bank DKI. Saat ini sedang didalami. Tengah didalami dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi," kata Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Erdi Adrimulan Chaniago kepada pers, Jumat (11/4/2025).
Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo melaporkan direksi Bank DKI ke Bareskrim Polri imbas adanya gangguan layanan yang terjadi sejak 29 Maret 2025. Tindakan cepat juga dilakukan dengan membebastugaskan Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksono, yang berwenang menangani gangguan layanan tersebut.
Pemecatan Direktur IT Bank DKI itu, diambil karena layanan bank tersebut bermasalah sejak malam takbiran Idul Fitri lalu atau 30 Maret 2025.
Gubernur Pramono mencopot Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono dari jabatannya saat rapat terbatas bersama jajaran Direksi Bank DKI pada Selasa (8/4/2025).
"Untuk itu saya akan putuskan pembebastugasan direktur IT-nya segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang," ucap Pramono Anung Wibowo dalam video yang diunggah di Instagram resminya @pramonoanung, saat sedang melakukan rapat terbatas dengan Direksi Bank DKI di Balai Kota Jakarta.
Posisi direktur IT Bank DKI tersebut kini diisi oleh Direktur Umum Agus Haryoto Widodo terhitung sejak Selasa, 8 April 2025.
Sebelumnya, sejumlah nasabah mengeluhkan tak bisa melakukan transaksi sejak malam takbiran Idul Fitri lalu atau 30 Maret 2025. Pengguna media sosial X, misalnya, mengeluhkan layanan aplikasi JakOne Mobile milik Bank DKI yang tidak bisa diakses selama berhari-hari.
Pencopotan terpaksa diambil, karena permasalahan layanan di Bank DKI tersebut sudah terjadi tiga kali dan kejadiannya hampir serupa.
"Kejadian di Bank DKI ini bukan pertama kali. Ini sudah ketiga kali. Dan kejadiannya hampir serupa. IT tidak dilaksanakan. Tidak dijaga secara baik," kata Pramono Anung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (9/4/2025).
Related News
Bunga Kredit Himbara 5 Persen, Demikian Titah Presiden Untuk Rakyat
Aplikator Wajib Manut, Porsi Pendapatan Ojol Minimal 92 Persen!
Progres 59 Persen, Bendungan Bagong PTPP Didorong Rampung Lebih Cepat
Banyak Mobil Pecah Ban Mendadak di KM 17 Jagorawi, JSMR Minta Maaf
Hadiri May Day 2026, Prabowo Sampaikan Hal yang Bahagiakan Buruh
Ini Imbas Tabrakan Maut Kereta, Korlantas Polri Panggil Operator Taksi





