EmitenNews.com - Mari mewaspadai virus nipah, yang kini sudah mewabah di India. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah yang sudah terbuka atau digigit kelelawar. Pasalnya, virus Nipah dapat berpindah ke manusia melalui air liur kelelawar yang menempel pada buah.

“Nah, penyakit ini penularannya lewat buah yang sudah dimakan oleh kelalawar, digigit kelelawar, karena ludahnya kan masuk ke sana,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin kepada pers,  saat berada di RS Kardiologi Emirates-Indonesia Solo, Jawa Tengah pada Kamis (29/1/2026).

Untuk itu, Menkes Budi mengingatkan kepada masyarakat Indonesia yang pergi ke wilayah berisiko seperti India untuk memilih makan buah utuh. Usahakan jangan makan buah yang terbuka. “Kalau bisa, ya makan jeruk, jeruknya tertutup, dikupas sendiri, jadi kita bisa lihat.”

Memang, hingga saat ini kasus manusia terinfeksi virus Nipah masih sedikit. Sesuai data dari 1998 hingga saat ini baru sekitar 800 kasus virus Nipah yang terdata.

Meski begitu, Menkes Budi mengingatkan bahwa angka kematian bila terinfeksi virus Nipah tinggi. “Memang catatannya fatality rate tinggi. Kalau orang kena, ini kemungkinan meninggalnya tinggi.”

Dalam kesempatan berbeda, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof Dr dr Dominicus Husada SpA Subsp IPT mengatakan kasus kematian infeksi virus Nipah 40-75 persen.

Bahayanya, karena selain tinggi, belum ada antivirus maupun pengobatan khusus untuk mengatasi pasien terinveksi virus Nipah ini.

“Virus Nipah ditakuti karena angka kematian tinggi, 40-75 persen. Bandingkan dengan COVID-19 yang sekitar 1 persen angka kematiannya,” tutur Dominicus Husada dalam webinar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Jauh sebelum kasus di India ini, virus Nipah pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada sebuah peternakan babi di Sungai Nipah.

Pada tahun 1998-1999 kasus virus Nipah di Negeri Jiran itu, berdampak hingga Singapura. Dari wabah tersebut, dilaporkan 276 kasus konfirmasi dengan 106 kematian seperti dikutip dari laman Infeksi Emerging Kemenkes RI.