Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
:
0
Pelabuhan PT Chandra Daya Investasi Tbk
EmitenNews.com - Pertumbuhan kawasan industri Cilegon membuka ruang pertumbuhan bagi PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), seiring meningkatnya kebutuhan energi, air, kepelabuhanan, penyimpanan hingga layanan logistik di kawasan tersebut.
Head of Equity Research KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana mengatakan, CDIA memiliki empat pilar bisnis yang terhubung langsung dengan aktivitas industri, yakni energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik.
“CDIA berada pada ekosistem yang kebutuhan infrastrukturnya mengikuti perkembangan aktivitas industri. Karena itu, pertumbuhan kawasan dapat membuka peluang bagi peningkatan permintaan terhadap energi, utilitas maupun layanan logistik,” ujar Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, kinerja semester I 2026 menunjukkan kontribusi dari bisnis tersebut. Pendapatan emiten milik pengusaha Prajogo Pangestu itu mencapai USD82,1 juta, tumbuh 22,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan terutama ditopang bisnis energi dan logistik.
Porsi pendapatan energi mencapai USD51,8 juta atau tumbuh 5,4%, sedangkan pendapatan logistik melonjak 80,2% menjadi USD27 juta.
Di sisi kawasan industri, tingkat okupansi KIK I dan KIK II masing-masing telah mencapai sekitar 73% dan 92%. Sementara KIK III masih dalam tahap pengembangan, dengan sekitar 253 hektare lahan yang belum dikembangkan.
Fikri mengatakan, ekspansi kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan energi dan utilitas. Terlebih, konsumsi listrik sektor industri diproyeksikan tumbuh sekitar 5,9% per tahun hingga 2034.
Selain itu, potensi permintaan baru juga datang dari pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik Chandra Asri Pacific. Proyek senilai lebih dari USD800 juta tersebut telah mencapai progres konstruksi 72% hingga Juli 2026 dan ditargetkan beroperasi pada 2027.
Bagi CDIA, beroperasinya fasilitas CA-EDC berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap listrik, air, kepelabuhanan, penyimpanan, dan logistik. Namun, besaran kontribusi proyek tersebut terhadap pendapatan maupun laba CDIA belum dapat dipastikan karena belum terdapat estimasi spesifik yang diungkapkan.
Keterkaitan CDIA dengan ekosistem industri juga tercermin dari kontribusi transaksi pihak berelasi yang mencapai 22,3% dari pendapatan pada semester I 2026. Di bisnis logistik, Chandra Asri Group menyumbang sekitar 60% kapasitas pengiriman CDIA.
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?
PART Mau Gelar Rights Issue dan Buyback, Simak Rinciannya!





