Kebijakan DHE SDA Tambah Cadangan Devisa Hingga USD80 Miliar
Menko Perekonomian Airlangga didampingi Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur BI Perry Warjiyo saat menggelar jumpa pers mengenai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 mengenai kewajiban eksportir untuk menyimpan seluruh dana DHE SDA di perbankan dalam negeri, di Jakarta, Senin (17/2).
EmitenNews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebijakan penempatan 100 persen Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) berpotensi menambah cadangan devisa hingga 80 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.279 triliun (kurs: Rp16.220 per dolar AS).
Hal itu diungkapkan Airlangga dalam jumpa pers mengenai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 yang mewajibkan seluruh eksportir untuk menyimpan dana DHE SDA di perbankan dalam negeri, di Jakarta, Senin (17/2).
"Tahun ini terjadi pelemahan harga komoditas commodity prices sehingga dolar AS disesuaikan menjadi 80 miliar," tandasnya.
Dalam PP tersebut, pemerintah menetapkan bahwa eksportir pada semua sektor pertambangan (kecuali minyak dan gas), perkebunan, kehutanan, dan perikanan harus menempatkan 100 persen.
Pemerintah mewajibkan perusahaan eksportir menyetorkan DHE SDA 100 persen ke dalam sistem keuangan nasional selama 12 bulan pada rekening khusus (reksus) di perbankan nasional.
Sementara itu, untuk regulasi migas tetap mengacu pada PP Nomor 36 Tahun 2023.
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan kebijakan DHE SDA 100 persen dilaksanakan dalam rangka memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor negara.
Pemerintah ingin agar manfaat devisa hasil ekspor dapat dioptimalkan guna mendorong perekonomian nasional.
Airlangga menyampaikan bahwa kebijakan DHE SDA 100 persen ini diterapkan dalam rangka memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor Tanah Air. Pemerintah ingin agar manfaat devisa hasil ekspor dapat dioptimalkan untuk mendorong ekonomi nasional.(*)
Related News
Sempat Rontok 3 Persen, IHSG Sesi Siang Berkunjung Pulih di 7.039
Animo Tukar Uang Pecahan Baru Meningkat Hampir Dua Kali Lipat
Hadapi Kemarau Lebih Awal, Petani Didorong Pakai Varietas Padi Adaptif
IHSG (16/3) Dibuka Tertekan di Awal Pekan, Ambruk 3,08 Persen ke 6.917
Sepakati Investasi Rp339 Triliun, Proyek Gas Masela Segera Dimulai
Mengekor Wall Street, IHSG Loyo





